Liputan6.com, Jakarta - Arema FC meraih kemenangan perdana di Piala Presiden 2026 dengan menundukkan Tampines Rovers 2-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026). Hasil ini datang setelah kekalahan pada laga pertama Grup A melawan Persib Bandung, menurut Bola.com.
Dua rekrutan asing asal Brasil langsung memberi dampak. Gustavo Henrique memborong dua gol, sementara Raianderson Careca mencatat satu assist. Sejak pertandingan pembuka, duet ini membuat serangan Singo Edan terlihat lebih tajam.
Dalam dua laga fase grup, enam pemain baru sudah diberi menit bermain: Gustavo Henrique, Raianderson Careca, Marcos Vinicius, Diego Landis, Robi Darwis, dan Alfeandra Dewangga. Adapun dua penjaga gawang anyar, Syahrul Trisna dan Erlangga Setyo, belum mendapat kesempatan. Secara umum, mereka masih dalam tahap penyesuaian karena atmosfer pertandingan baru didapat di turnamen ini.

Diberi kepercayaan tampil sejak menit awal pada laga kedua Grup A, Gustavo Henrique membuktikan insting golnya. Ia kerap berada di posisi tepat untuk menyelesaikan umpan rekan setim. Meski begitu, dari sisi kemampuan individu, ia dinilai masih butuh adaptasi karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya mendukung untuk mengeluarkan seluruh potensi.
Situasi serupa terlihat pada Raianderson Careca. Gelandang kidal ini mencuri perhatian lewat visi bermainnya, namun secara fisik belum 100 persen. Careca datang dengan catatan sebagai mantan pemain Terengganu FA (Malaysia), dan kontribusinya berupa satu assist menjadi sinyal awal yang positif.
Dengan kebugaran yang meningkat dan semakin padu dengan rekan-rekan barunya, keduanya berpeluang tampil lebih baik di laga berikutnya atau saat kompetisi Super League dimulai.
"Saya sangat senang bisa mencetak dua gol. Meskipun baru 14 hari berada di Indonesia. Tentu saya berterimakasih kepada teman-teman yang sudah membantu saya beradaptasi," jelas Gustavo.

Dalam dua pertandingan awal, bek anyar Diego Landis selalu menjadi pilihan utama. Ketenangannya di lapangan menjadi aspek paling menonjol dari permainannya.
Karakter Diego bukan tipe bek yang garang, sehingga penampilan individualnya tidak selalu tampak mencolok. Di sisi lain, Aremania cenderung menyukai bek yang agresif. Peran Diego justru hadir sebagai penyeimbang, mengingat Walisson Maia dan Hansamu Yama dikenal memiliki gaya bertahan yang keras.
Dengan postur jangkung, Diego kuat dalam duel udara dan efektif menghalau ancaman bola atas. Meski sebagian suporter mungkin belum puas, dari sudut pandang pelatih, kehadirannya memberi ketenangan pada lini belakang Arema FC.

Tiga wajah baru Arema FC lainnya, Marcos Vinicius, Robi Darwis, dan Alfeandra Dewangga, masih mencari bentuk permainan terbaiknya. Marcos dan Robi masuk sebagai pengganti di babak kedua dalam dua laga, sehingga durasi bermain yang terbatas membuat kemampuan mereka belum sepenuhnya terlihat.
Sementara itu, Dewangga sempat tampil sebagai starter saat menghadapi Tampines Rovers. Permainannya sejauh ini terlihat lebih berhati-hati ketimbang profilnya yang selama ini dikenal komplet dan serbabisa: mampu bermain sebagai gelandang, stoper, maupun bek sayap.
Dewangga memiliki penguasaan bola yang baik serta tembakan keras dan terarah. Namun, kualitas tersebut belum banyak muncul di turnamen ini. Ia lebih sering memilih opsi aman melalui umpan-umpan pendek di lini tengah Arema FC.