TRIBUNWOW.COM - Keluarga mengaku tidak ingin mempermasalahkan kematian Sutrimo yang merupakan Karumga Febrie Adriansyah.
Sebaliknya, keluarga ingin agar publik mendoakan almarhum.
Keluarga juga menyinggung riwayat penyakit Sutrimo.
Hal itu disampaikan kerabat Sutrimo, yakni Sudiono, saat ditemui di rumah duka di Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.
Ia mengungkapkan Sutrimo memang sudah memiliki riwayat penyakit.
Adapun Karumga Febrie tersebut diketahui mengidap diabetes.
Baca juga: Keluarga Ikhlaskan Kematian Sutrimo, Susno Duadji Tegaskan Polisi Wajib Tetap Mengusut
Oleh sebab itu, keluarga enggan mempermasalahkan kematian Sutrimo.
"Keluarga tidak menuntut apa pun dan sudah ikhlas. Mohon didoakan saja," ujar Sudiono.
Meski begitu, mantan Kabareskrim Susno Duadji menegaskan polisi tetap harus mengusut kasus tersebut.
Hal itu disampaikan Susno saat wawancara dengan Tribunnews On Focus pada Selasa (28/7).
Susno menilai kematian seseorang yang dinilai janggal bukan merupakan delik aduan.
Oleh sebab itu, meski keluarga tidak membuat laporan, kepolisian tetap harus mengusut kematian Sutrimo.
Susno juga mendesak agar polisi memeriksa orang yang pertama kali menemukan jasad korban.
Ia juga mendesak warga yang mengetahui informasi terkait kasus tersebut agar langsung melaporkannya kepada polisi tanpa harus menunggu dipanggil pihak berwajib.
Sementara itu, kematian Sutrimo mendapat sorotan dari berbagai pihak lantaran diduga terdapat sejumlah kejanggalan.
Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan terbengkalai di Jakarta Selatan pada Kamis (23/7).
Saat ditemukan, mulut Sutrimo disebut mengeluarkan busa.
Baca juga: Sosok Mariano Peralta, Pemain Anyar Persib Bandung Sudah Tiba Jelang Lawan Tampines Rovers
Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, turut menyoroti kematian Sutrimo.
Ia memperingatkan agar penanganan kasus tersebut tidak berbelok demi kepentingan pihak tertentu.
Melalui video yang diunggah di akun X pribadinya pada Rabu (29/7), Guntur menilai hal yang paling berbahaya adalah apabila kematian Sutrimo dijadikan alat tawar-menawar politik.
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto buka suara pada Senin (27/7) terkait kematian Sutrimo.
Ia mengatakan warga dapat melaporkan informasi sekecil apa pun kepada polisi terkait kematian Karumga Febrie.
Pihaknya berjanji akan mendalami setiap informasi yang diterima.
Baca juga: Video Viral Diduga Ejek Warga, Lurah Paya Pasir Minta Maaf: Tak Ada Niat Merendahkan
Terkait ekshumasi, Budi menegaskan proses tersebut dilakukan sebagai tahap terakhir untuk menentukan penyebab kematian korban.
Namun, Budi mengatakan ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan sebelum proses ekshumasi tersebut.