Kapal Nelayan Lamongan Hilang Kontak di Perairan Bawean, Basarnas Kerahkan KN SAR Permadi
Laksmi Anindita July 30, 2026 12:35 AM

TRIBUNWOW.COM, SURABAYA – Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi untuk mencari Kapal Motor Nelayan (KMN) Fatma Jaya 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Rabu (29/7/2026).

Kapal tersebut membawa lima nelayan asal Brondong, Kabupaten Lamongan.

Operasi pencarian dilakukan setelah kapal yang berangkat melaut sejak Jumat (24/7/2026) itu tidak lagi dapat dihubungi usai sempat meminta pertolongan melalui komunikasi radio pada Sabtu (25/7/2026).

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan hilangnya kontak kapal.

Baca juga: Saut Situmorang Nilai KPK Tak Gunakan Wewenang Supervisi dalam Kasus Febrie Adriansyah

"Begitu kami menerima laporan, kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian," ujar Nanang Sigit, Selasa (28/7/2026).

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan hilangnya kontak kapal.

"Begitu kami menerima laporan, kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian," ujar Nanang Sigit, Selasa (28/7/2026).

KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB menuju Pulau Bawean.

Kapal SAR tersebut menempuh pelayaran sekitar 90,35 mil laut untuk mencapai area pencarian yang berada di perairan barat Pulau Bawean.

Selain mengerahkan kapal negara, Basarnas juga menurunkan satu tim rescue untuk mempercepat proses pencarian.

Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas, KMN Fatma Jaya 1 berangkat dari Pelabuhan Brondong, Lamongan, menuju perairan Bawean pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Kapal tersebut diawaki lima nelayan, yakni Slamet Suudin (50) selaku nahkoda, Damar (38), Lutfi A (37), Denis P (28), dan A. Taufiq (45). Seluruh awak kapal merupakan warga Brondong, Lamongan.

Baca juga: Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Dinilai Picu Hukum Rimba

Sehari setelah keberangkatan, tepatnya Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, nahkoda sempat menghubungi seorang warga Bawean bernama Hodiin untuk meminta pertolongan.

Namun setelah komunikasi tersebut, kapal tidak lagi memberikan kabar dan seluruh upaya menghubunginya tidak membuahkan hasil.

Laporan hilangnya kontak kapal kemudian diteruskan ke Kantor SAR Kelas A Surabaya melalui Unit Siaga SAR Lamongan pada Selasa siang, sehingga operasi pencarian segera dilakukan.

Dalam operasi pencarian ini, Basarnas berkoordinasi dengan berbagai instansi dan potensi SAR untuk memperluas area pencarian.

Selain KN SAR 249 Permadi dan tim rescue Basarnas, operasi juga melibatkan Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Lamongan, Dinas Perikanan Lamongan, PPN Brondong, serta Rukun Nelayan (RN) Brondong.

Tim SAR akan terus melakukan pencarian dan pemantauan hingga keberadaan KMN Fatma Jaya 1 beserta lima awaknya berhasil ditemukan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.