SURYA.CO.ID - Atmosfer hangat penuh persaudaraan menyelimuti Lapangan Mini Soccer Islamic Boarding School Asy-Syarif, Brangkal, Mojokerto.
Ratusan putra kiai yang akrab disapa "Gus" dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur berkumpul bukan untuk pengajian, melainkan untuk mengolah si kulit bundar dalam ajang Fun Match Mini Soccer, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Perhimpunan Asparagus (Aspirasi para Gus) ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat guyub rukun menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Sebanyak 14 tim yang mewakili berbagai daerah di Jawa Timur turut berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Baca juga: Persiapan Muktamar NU ke-35: DPRD Jombang Ingatkan Pemkab Jaga Akuntabilitas Anggaran
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Di hadapan sekitar 350 Gus dan lurah pondok pesantren, Emil menyampaikan kekagumannya atas kekompakan para tokoh muda pesantren tersebut.
Ia berharap semangat sportivitas di lapangan hijau bisa menular ke agenda besar Muktamar NU nantinya.
"Mudah-mudahan Muktamar NU akan berjalan dengan ceria dan penuh kekompakan seperti hubungan yang sangat cair antar para Gus yang hadir di mini soccer ini," ujar Emil Dardak di sela-sela kegiatan.
Pernyataan Emil tersebut seolah menjadi oase di tengah dinamika yang sempat menghangat di internal PBNU belakangan ini.
Emil menekankan pentingnya bagi seluruh warga Nahdliyin untuk memprioritaskan persaudaraan di atas segalanya.
Turnamen ini dihadiri oleh sejumlah tokoh sentral pesantren dan pengurus NU, di antaranya Gus Salam Shohib (Denanyar), Gus Maksum (Langitan/Wasekjen PBNU), Gus Muid (Lirboyo), hingga Gus Abdul Wahab Yahya (Tambakberas) selaku Panglima Asparagus.
Taufiq R. Abdullah, selaku tuan rumah sekaligus Pengasuh Islamic Boarding School Asy-Syarif, mengaku bangga pesantrennya menjadi titik kumpul para Gus.
"Selaku tuan rumah saya ikut berbahagia dihadiri ratusan Gus. Saya juga memberikan apresiasi atas sportivitas seluruh peserta. Semoga Muktamar NU nanti juga berjalan dengan penuh sportivitas," tutur pria yang juga anggota DPR RI Fraksi PKB tersebut.
Senada dengan Taufiq, Gus Abdul Wahab Yahya menjelaskan bahwa konsep pertandingan ini memang sengaja dirancang sebagai simulasi suasana muktamar yang ideal.
"Kami ingin menciptakan miniatur Muktamar. Harapan kami, nanti para peserta Muktamar akan ceria, riang gembira, kompak, penuh persaudaraan. Kalaupun ada dinamika dan persaingan, semuanya tetap menjunjung tinggi sportivitas, seperti dalam permainan sepak bola," tegas Gus Wahab.
Pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap dalam balutan tawa dan canda. Setelah melewati fase penyisihan yang sengit, Tim Gus Jombang akhirnya keluar sebagai jawara.
Di partai final, mereka berhasil menumbangkan perlawanan gigih dari Tim Gus Tuban.
Kemenangan ini bukan sekadar soal trofi, melainkan simbol keberhasilan para Gus dalam merajut kembali tali silaturahmi melalui olahraga, sekaligus mengirimkan pesan perdamaian menuju Muktamar NU ke-35.