Makassar (ANTARA) - Dua jurnalis dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA berhasil menjadi finalis pada Pena Petrofin Award 2026, sebuah ajang kompetisi jurnalistik yang digelar oleh PT Elnusa Petrofin.
Masing-masing ialah Jurnalis Antara Biro Sulsel Nur Suhra Wardyah dan Siri Anton dari Antara Biro Jambi. Keduanya masuk sebagai 10 fiinalis dengan dua kategori berbeda, yakni kategori energy for the nation dan energy for life.
"Giat ini, kami gelar bukan hanya sebagai ajang apresiasi bagi para jurnalis. Tetapi bagi kami, jurnalis merupakan pihak yang mampu menyediakan edukasi dan menjaga kepercayaan publik kepada Petrofin," ujar Senior Manager Human Capital Elnusa Petrofin Dian Indra Bintoro dari pada Pena Petrofin Awards 2026 di Jakarta, Rabu.
Pada kesempatan ini, Nur Suhra Wardyah berhasil meraih juara 1 kategori energy for the nation dengan judul karya "Kisah AMT Rudi uji nyali kirim BBM ke pelosok negeri". Sementara Siri Anton menjadi juara V dengan judul karya "Deru mesin nelayan Kampung Laut bergantung pada roda-roda mobil tangki EPN" dengan kategori energy for life.
Bagi Dian Indra, giat ini mencerminkan kolaborasi antara perusahaan dan insan media dalam membangun negeri melalui peran masing-masing yang muaranya terhadap asas manfaat kepada masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah karya yang masuk dalam ajang Pena Petrofin 2026 yakni 262 karya atau berita. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 109 karya.
"Ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menunjukkan kolaborasi perusahaan dan insan media," ujarnya.
Pengurus Dewan Pers Muhammad Jazuli menyebut giat seperti ini merupakan sebuah wadah yang sangat berharga di tengah dinamika yang begitu kompetitif.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti ini, rekan-rekan jurnalis akan terangsang untuk berlomba dan berkompetisi dengan membuat produk jurnalistik yang tidak hanya benar, tetapi juga memiliki manfaat.
"Jujur, saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Elnusa Petrofin. Meskipun ini baru tahun kedua, harapan saya kegiatan ini akan terus berlangsung," ujar Jazuli yang juga menjadi salah satu juri pada ajang kompetisi jurnalistik.
Muhammad Jazuli menjadi juri Pena Petrofin Awards 2026 bersama Ismoko Wijaya selaku Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Asosiasi Media Siber Indonesia dan Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo.
Melakukan penjurian sebulan lalu, Jazuli mengaku kesulitan untuk menentukan siapa yang paling layak menjadi finalis atau penerima penghargaan. Hingga diskusi alot turut mewarnai penjurian dari ratusan karya yang ada, untuk menentukan 10 finalis Pena Petrofin 2026.
Dia menambahkan bahwa materi karya yang diperiksa jauh lebih dalam dari sekadar 5W1H, namun menilai dari penggunaan bahasa, alur cerita, kedalaman materi, hingga penonjolan unsur-unsur humanis. Itu yang membuat saya terkagum.
"Sebagai Ketua Komisi Pengaduan di Dewan Pers, saat ini saya hampir jarang menemukan produk-produk jurnalistik sekelas karya kawan-kawan. Kita tidak lagi berbicara soal 5W+1H, cover both sides, atau uji informasi; semuanya sudah dipahami dengan baik," urainya.
Di tahun sebelumnya, dua pewarta ANTARA juga berhasil masuk sebagai finalis pada Pena Petrofin Awards 2025 yaitu Vera Ludiana ANTARA Riau lewat karya "Mengantar Energi, Menjaga Asa di Ujung Batu" dan Siri Antoni dari ANTARA Jambi lewat karya "Menjaga Amanah Antarkan BBM ke Pelosok Negeri, Kisah AMT Raih Tiket Umroh".





