Neymar secara resmi mengonfirmasi pensiunnya dari tim nasional Brasil setelah kampanye Piala Dunia 2026 yang mengecewakan di bawah Carlo Ancelotti. Bintang Santos itu juga memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas laporan media terbaru yang menuduh dirinya telah “mengintimidasi” rekan-rekan setim yang lebih muda di ruang ganti Vila Belmiro.
Pensiun internasional Neymar dikonfirmasi
Neymar menegaskan keputusannya untuk gantung sepatu bersama Selecao setelah mereka tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Norwegia. Saat merenungkan karier panjang dan penuh cerita di seragam kuning yang legendaris itu, pemain berusia 34 tahun tersebut menegaskan bahwa ia tidak menyesali apa pun atas kontribusinya untuk kepentingan tim nasional setelah bertahun-tahun memikul harapan sebuah bangsa.
Akhir sebuah era
“Waktu saya bersama tim nasional sudah berakhir,” ujar Neymar secara tegas ketika ditanya tentang masa depannya usai kemenangan Santos 4-2 atas Universidad Central. “Saya telah mencetak sejarah, saya sangat bahagia, saya telah mengorbankan darah saya, hidup saya, saya selalu berjuang untuk seragam kuning, tetapi sekarang saya tidak ingin melakukannya lagi.” Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era bagi sepak bola Brasil, karena pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka kini mengalihkan fokus sepenuhnya ke sepak bola klub bersama tim masa kecilnya.
Konfirmasi terakhir itu menyusul suasana yang sangat emosional di Stadion MetLife di New Jersey, ketika Neymar yang tampak sangat terpukul menangis di lapangan setelah Brasil tersingkir dari Piala Dunia. Meski sempat mencetak penalti pada detik-detik akhir pertandingan, mantan ikon Barcelona itu tak mampu menahan kesedihannya saat perjalanan internasionalnya selama 16 tahun berakhir dengan cara yang memilukan.
Penolakan atas tuduhan intimidasi di ruang ganti
Kembali ke level klub, kapten Santos itu menggunakan wawancara seusai pertandingan untuk menanggapi tuduhan bahwa ia telah menghina Gabriel Bontempo dan Joao Ananias setelah hasil imbang 2-2 melawan Chapecoense. Laporan sempat menyebut Neymar mengejek kualitas teknik para pemain muda itu dan menyatakan mereka akan bermain di divisi dua musim depan. Namun, penyerang veteran itu bersikeras bahwa klaim tersebut sepenuhnya dibuat-buat oleh laporan yang “berniat jahat” dan ingin menciptakan perpecahan.
“Ini menyedihkan dan mengganggu, tetapi itu bukan salah saya. Cerita-cerita seperti ini menjangkau banyak orang,” tambah Neymar. “Saya berbicara setelah pertandingan, meminta agar kami tampil lebih baik, dan mengatakan kami tidak boleh bermain begitu longgar. Anda tidak bisa begitu saja membuang hasil imbang seperti itu, tentu dengan segala hormat kepada Chapecoense. Itu saja yang saya katakan. Saya bilang kami akan mendapat balasan atas mereka tahun depan, kalau Anda paham maksud saya. Sebagai kapten, saya punya hak penuh untuk mengatakan itu. Lucas Verissimo dan Gabigol juga ikut berbicara.”
MENYUKAI CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak laporan kami
Performa di lapangan
Meski ada hiruk-pikuk di luar lapangan, Neymar tetap menjadi sosok sentral bagi Santos di atas lapangan. Dalam laga kontinental pada hari Selasa, penyerang itu masuk dari bangku cadangan untuk membantu timnya menang 4-2 atas wakil Venezuela, Universidad Central. Setelah peluit akhir berbunyi, ia dikerubungi para pemain lawan yang ingin berfoto dan meminta kenang-kenangan, sebelum akhirnya meninggalkan lapangan hanya dengan pakaian dalam setelah memberikan perlengkapannya kepada para rival yang mengaguminya. Kemenangan itu memastikan Santos melaju ke babak 16 besar Copa Sudamericana, di mana mereka akan menghadapi tim Ekuador, Macara.