TRIBUNKALTARA.COM - Informasi gempa terkini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyebut adanya gempa bumi di barat daya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis 30 Juli 2026.
Sebagai informasi, BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, yaitu lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, hingga kualitas udara.
Daerah Gunungkidul yang dihantam gempa hari ini merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi DIY.
Wilayah Gunungkidul berada di bagian tenggara Yogyakarta, dan terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pantai-pantai eksotis dan gua-gua karst.
Jarak dari Gunungkidul ke Kota Yogyakarta ( ibu kota Provinsi DIY ) bervariasi tergantung titik awal dan rute yang diambil, tapi secara umum jarak darat sekitar 39–49 km.
Gempa Gunungkidul miliki magnitudo 2.8.
Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).
Waktu terjadinya gempa sekira pukul 04:47:14 WIB.
Info BMKG, menyebut titik koordinat gempa berada di 9.45 LS, 110.03 BT.
Pusat gempa terkini berada 174 km di barat daya Gunungkidul.
Gempa hari ini berada di kedalaman 10 Km.
Informasi gempa Gunungkidul disampaikan di laman X resmi BMKG di @infoBMKG.
"#Gempa Mag:2.8, 30-Jul-2026 04:47:14WIB, Lok:9.45LS, 110.03BT (174 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di laman X resminya @infoBMKG yang dikutip TribunKaltara.com.
Baca juga: Baru Saja Gempa Terkini Gunungkidul Provinsi DIY Kedalaman 10 Km, Cek Info BMKG
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Baca juga: Gempa Kedalaman 5 Km Guncang Gunungkidul Yogyakarta Hari Ini, Cek Info BMKG
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
(*)
(TribunKaltara.com/Amiruddin)