TRIBUNNEWS.COM - Juara bertahan Piala Presiden, Port FC, berada dalam situasi yang tidak menguntungkan jelang pertandingan terakhir Grup B Piala Presiden 2026.
Wakil Thailand itu kini harus menjalani laga hidup mati menghadapi Persebaya Surabaya demi mengamankan tiket ke babak semifinal.
Pertandingan Port FC melawan Persebaya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) malam WIB dan diprediksi menjadi salah satu laga paling menentukan di fase grup.
Port FC sebenarnya memiliki peluang besar memastikan langkah ke semifinal lebih cepat. Namun, kesempatan itu sirna setelah mereka gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Persija Jakarta pada matchday kedua.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (29/7/2026), Port FC harus puas berbagi angka usai bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta.
Padahal, tim asuhan Sarawut Treephan sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol lebih dulu.
Gol pembuka dicetak Peeradol pada menit ke-18, sebelum Issam Al Sabhi menggandakan keunggulan Port FC menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-40.
Namun, Persija mampu bangkit dengan cepat. Arlyansyah Abdulmanan memperkecil ketertinggalan satu menit berselang, lalu Stjepan Loncar menyamakan kedudukan pada menit ke-55.
Hasil imbang tersebut membuat Port FC gagal mengamankan kemenangan yang sudah berada di depan mata sekaligus menunda kepastian lolos ke semifinal.
Pelatih Port FC, Sarawut Treephan, mengaku kecewa timnya kehilangan fokus setelah unggul dua gol.
"Menit-menit awal, kami unggul 2-0. Tapi setelah itu, saya rasa kami sedikit lengah dan kebobolan dua gol yang seharusnya tidak terjadi," ujar Sarawut Treephan, dikutip dari Surya.co.id.
Ia mengungkapkan perubahan taktik yang dilakukan setelah dua pemain mengalami cedera turut memengaruhi keseimbangan permainan tim.
Kini seluruh fokus Port FC tertuju pada laga pamungkas melawan Persebaya Surabaya.
Sarawut menegaskan pertandingan tersebut menjadi penentuan nasib timnya di Piala Presiden 2026.
"Tentu saja pertandingan selanjutnya sangat penting, kami perlu mengumpulkan poin untuk lolos," kata Sarawut.
Meski menghadapi laga krusial, pelatih asal Thailand itu menegaskan tidak akan memaksakan pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik.
Menurutnya, menjaga kebugaran skuad tetap menjadi prioritas agar tidak muncul cedera baru menjelang bergulirnya kompetisi resmi.
"Kami perlu memeriksa pemain terlebih dahulu. Karena di pramusim ini, kami tidak ingin menambah beban cedera," ujarnya.
Baca juga: Persib Bandung vs Tampines Rovers: Igor Tolic Ungkap Alasan Mariano Peralta Belum Bisa Debut
Hal senada juga disampaikan pemain Port FC, Bruno Moreira.
Mantan kapten Persebaya Surabaya itu menilai timnya kehilangan konsentrasi pada babak kedua sehingga gagal mempertahankan keunggulan.
"Ini laga yang ketat, kami tahu Persija tim bagus dengan pemain bagus. Tapi kami ke sini untuk menang," ujar Bruno.
"Kami unggul dua gol, tetapi kami tiba-tiba kehilangan fokus dan kebobolan dua gol yang seharusnya tidak terjadi. Itu sudah terjadi dan kami akan melakukan evaluasi untuk lebih baik di laga selanjutnya," lanjutnya.
Sebelumnya, Port FC mengawali Piala Presiden 2026 dengan hasil meyakinkan setelah mengalahkan PSMS Medan 2-0.
Namun, hasil imbang melawan Persija membuat posisi mereka belum sepenuhnya aman di klasemen Grup B.
Saat ini Port FC menempati posisi kedua dengan koleksi empat poin, tertinggal dua angka dari Persebaya Surabaya yang memimpin klasemen.
Situasi tersebut membuat laga melawan Persebaya menjadi penentuan bagi kedua tim.
Port FC setidaknya harus menghindari kekalahan agar peluang lolos tetap terbuka. Sebab, apabila tumbang dari Bajul Ijo dan di saat bersamaan Persija Jakarta berhasil mengalahkan PSMS Medan, peluang juara bertahan untuk mempertahankan gelar bisa sirna.
Karena itu, duel Port FC kontra Persebaya dipastikan berlangsung sengit. Selain menjadi perebutan tiket semifinal, pertandingan ini juga menjadi ujian bagi Port FC untuk membuktikan kapasitasnya sebagai juara bertahan Piala Presiden.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (Surya.co.id/Khairul Amin)