BOLASPORT.COM - Sebagai pasangan pelatih dan direktur teknik baru Timnas Italia, kombo Roberto Mancini dan Claudio Ranieri memiliki tugas pelik membangun proyek sepak bola dari nol.
Negeri Piza memulai program kebangkitan sepak bola dari titik awal pada Rabu (29/7/2026).
Hal ini ditandai pelantikan resmi Roberto Mancini dan Claudio Ranieri sebagai pelatih dan direktur teknik Gli Azzurri.
Bagi Mancini, peran nakhoda Timnas Italia bukan hal baru karena pernah dilakoninya pada periode pertama, 2018-2023.
Situasi berbeda dialami Ranieri. Karier kepelatihan pria 74 tahun ini terbentang selama empat dekade, tapi baru sekarang dirinya menjabat sebagai dirtek.
Dibandingkan Mancini yang berusia 13 tahun lebih muda darinya, tugas Ranieri lebih komprehensif.
Sebagai direktur teknik, pelatih legendaris yang membawa Leicester City juara Liga Inggris 2015-2016 bukan cuma wajib berkomunikasi aktif dengan koleganya.
Menjadi pengganti Paolo Maldini yang mundur awal pekan lalu, Ranieri dibebankan tugas mengawasi operasional teknis dan pengembangan sepak bola di seluruh jenjang tim nasional.
Perannya termasuk mengelola struktur kompetisi maupun pengembangan bakat dari level akar rumput alias yang terbawah.
Hal ini membuat Ranieri meyakini bahwa misi membangun kembali sepak bola Italia harus dimulai dari jenjang paling dini.
Ia dan Mancini harus membuat penggemar dan seluruh warga Italia jatuh cinta lagi dengan sepak bola mereka setelah dikecewakan karena gagal lolos tiga kali beruntun ke Piala Dunia.
Situasi ini komplet dengan kemunduran prestasi klub-klub Italia dibandingkan kompetitor dari negara lain di level kontinental.
Ranieri menyadari perombakan ini tidak bisa dilakukan secara instan karena harus dimulai dengan menanamkan kesadaran teknik kepada anak-anak dan berharap menuai hasil dari proyek tersebut di masa depan.
"Tugas ini adalah puncak dari sebuah karier. Saya tidak ragu sedikit pun untuk menerimanya," kata pelatih kawakan yang terakhir menukangi AS Roma pada 2024-2025.
"Ada dua hal yang sangat penting bagi saya, yakni membuat semua penggemar jatuh cinta lagi pada seragam biru ini (Timnas Italia) dan mewujudkan impian semua anak-anak serta remaja yang belum pernah menyaksikan Italia berlaga di Piala Dunia."
"Sulit untuk dikatakan (berapa lama waktu yang dibutuhkan), masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan."
"Roberto harus menata situasi di lapangan, sementara saya akan menangani situasi di balik layar."
Mulai dari Anak-anak
"Anak-anak menghabiskan terlalu banyak uang untuk sekolah sepak bola, hal ini tidak boleh terjadi. Kami tidak boleh kehilangan mereka di masa bersejarah ini, ketika anak-anak teralihkan oleh hal-hal lain."
"Kami perlu menghubungkan mereka kembali dengan sepak bola dengan menurunkan biaya sepak bola."
"Kami perlu melihat bagaimana tim-tim junior bisa mengatur agar pelatih memiliki lebih banyak pemain yang tersedia."
"Kami perlu mengasah teknik individu dan taktik, hal-hal yang tidak lagi dilakukan oleh pelatih muda kami karena mereka harus menang."
Lebih lanjut, eks pelatih Chelsea, Juventus dan Inter Milan ini juga menyoroti problematika akar rumput yang mencegah Italia berprestasi seperti negara rival lainnya.
Selama ini sepak bola Negeri Piza lebih kental dengan penekanan di sisi taktikal. Sesuatu yang terjadi sejak level dini dan dihindari dalam sistem pembinaan di negara lain.
Ranieri siap berkolaborasi dengan Mancini demi target membangun kembali sepak bola Italia.
Mancini bahkan sudah mengungkapkan target meraih trofi selama masa bakti empat tahun ke depan.
"Tujuannya adalah melatih anak-anak berusia 10–12 tahun dan membantu mereka menjadi pemain yang baik," imbuh pria beralias The Tinkerman, dikutip BolaSport.com dari Sportmediaset.
"Perbedaan antara kita (Italia) dan negara lain adalah unggul secara taktik dan kerja sama tim, sementara yang lain unggul secara teknis."
"Dulu sekolah sepak bola lebih sedikit, tapi kami bermain di jalanan dan menggiring bola. Sekarang anak-anak tidak lagi menggiring bola."
"Kami perlu kembali membiarkan anak itu mengekspresikan dirinya. Kemudian, kami harus membimbing mereka setelah usianya mencapai 14–15 tahun."
"Jika Roberto ingin saran, saya dengan senang hati akan memberikan kepadanya. Jika tidak, saya akan tetap di posisi saya sekarang."
"Ada banyak hal lain yang harus saya pikirkan dalam peran ini. Identitas Italia sedang dipertaruhkan, kita tidak bisa terus seperti ini," ucap Ranieri lagi.