SURYA.co.id, TRENGGALEK – Enam pelaku UMKM Batik Ngentrong di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, mendapat pendampingan dari akademisi Universitas Ciputra Surabaya, Jawa Timur.
Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas desain sekaligus memperluas daya saing batik lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pendampingan tersebut digagas Tim Penggerak PKK Desa Ngentrong yang telah menjalin komunikasi dengan Universitas Ciputra sejak akhir 2025.
Setelah melalui proses yang cukup panjang, kerja sama akhirnya resmi dimulai dengan survei lapangan terhadap para perajin batik.
Ketua TP PKK Desa Ngentrong, Prihatin, mengatakan membangun kemitraan dengan perguruan tinggi tersebut bukan perkara mudah.
Baca juga: IKA MM Universitas Ciputra dan Pemkot Surabaya Beri Apresiasi 100 Ojol Perempuan
Awalnya, pihak kampus sempat mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari jarak, potensi desa hingga pembiayaan program.
"Sejak Desember 2025 kami terus membangun komunikasi. Saya meyakinkan bahwa Desa Ngentrong memiliki potensi, masyarakat yang mau belajar, dan semangat untuk berkembang. Alhamdulillah, hari ini menjadi titik awal kolaborasi tersebut," ujar Prihatin kepada SURYA.co.id, Kamis (30/7/2026).
Tahap awal program diawali dengan pemetaan potensi enam UMKM batik yang akan mengikuti pelatihan pengembangan desain dan produk.
Tim dari Universitas Ciputra melakukan peninjauan langsung untuk mengevaluasi motif, komposisi warna, hingga strategi promosi agar Batik Ngentrong memiliki identitas yang lebih kuat di pasar.
"Hari ini kami melakukan survei terhadap enam UMKM batik yang akan mendapatkan pendampingan. Nantinya hasil kolaborasi dengan mahasiswa Universitas Ciputra akan dipromosikan melalui fashion show. Ini baru langkah awal," katanya.
Pelatihan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Oktober atau November 2026. Desain yang dihasilkan bersama mahasiswa akan ditampilkan dalam peragaan busana sebagai bagian dari tugas akhir mereka.
Setelah itu, seluruh hak desain akan diserahkan kepada para perajin untuk diproduksi dan dipasarkan secara komersial.
Prihatin menegaskan program pendampingan ini tidak berorientasi pada peningkatan penjualan dalam waktu singkat.
Prioritas utamanya adalah membangun citra Batik Ngentrong agar semakin dikenal masyarakat.
"Saya belum menargetkan penjualan yang besar. Yang terpenting Batik Ngentrong lebih dikenal, sehingga masyarakat mengetahui bahwa batik ini berasal dari Desa Ngentrong," ujarnya.
Ia berharap pendampingan tersebut juga mampu meningkatkan kemampuan seluruh perajin.
Saat ini, dari enam UMKM yang terlibat, baru dua perajin yang telah memiliki pasar cukup kuat, sedangkan empat lainnya masih membutuhkan pembinaan agar mampu berkembang.
Dosen Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra Surabaya, Dr. Soelistyowati, menilai kualitas Batik Ngentrong sebenarnya sudah baik.
Namun, penyegaran desain dinilai penting agar produknya mampu mengikuti perkembangan tren fesyen.
"Potensi batiknya sudah bagus. Yang dibutuhkan adalah pengembangan desain agar tampil lebih menarik dan memiliki daya saing yang lebih kuat," katanya.
Menurutnya, sejumlah aspek yang perlu diperbaiki meliputi harmonisasi warna, komposisi motif, hingga penempatan ornamen pada kain agar lebih menarik ketika diaplikasikan menjadi busana.
"Desain tidak boleh monoton. Tata warna, variasi motif, dan komposisinya perlu mengikuti tren sehingga produk terlihat lebih modern," jelasnya.
Selain pengembangan desain, Soelistyowati menilai strategi pemasaran digital menjadi faktor penting untuk menjangkau konsumen, khususnya generasi muda.
Ia mengungkapkan minat anak muda terhadap batik sebenarnya masih tinggi, asalkan dikemas dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.
"Promosi sebaiknya memanfaatkan kemampuan anak-anak muda yang lebih memahami tren media sosial. TikTok dan Instagram sangat efektif untuk mengenalkan batik kepada pasar yang lebih luas," ujarnya.
Menurutnya, perpaduan antara inovasi desain dan promosi digital akan menjadi modal penting bagi UMKM Batik Ngentrong untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar di masa mendatang.