Wakil Rakyat Tala Atensi Kasus Gigitan Anjing Liar, Dorong Pembentukan Tim dan Tempat Penampungan
Irfani Rahman July 30, 2026 09:48 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Meningkatnya keresahan masyarakat akibat maraknya anjing liar di sejumlah wilayah Kota Pelaihari mendapat perhatian khusus dari kalangan wakil rakyat Kabupaten Tanah Laut (Tala). 

Sejumlah warga Pelaihari, Kamis (30/7/2026), menuturkan secara kasat mata populasi anjing liar memang kian  banyak akhir-akhir ini.

Mereka menyebut antara lain tempat yang kerap terlihat banyak anjing liar berkumpul antara lain di belakang gedung di kawasan Jalan Datu Insyad.

Jumlahnya cukup banyak, setidaknya mencapai belasan ekor. "Mungkin karena di situ tempatnya kan sepi dan lapang dan jarang ada aktivitas," sebut Yadi, warga Pelaihari. 

Anggota DPRD Tala Joko Pitoyo meminta pemerintah darah melalui instansi teknis terkait segera mengambil langkah yang lebih terstruktur agar persoalan tersebut tidak menimbulkan keresahan warga.

Baca juga: Kemarau Ancam Ribuan Hektare Sawah di Tanahlaut, Petani Didorong Beralih ke Varietas Unggul Lokal

Baca juga: Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI, Kelas Jabatan Terendah Rp 2.553.100

Apalagi telah ada korban yang diserang dan digigit anjing liar, tiga pekan lalu. Insiden itu langsung menyebar luas dan memunculkan kerisauan di kalangan warga Kota Pelaihari. 

Joko mengatakan kasus gigitan anjing terhadap seorang perempuan lanjut usia di Kelurahan Angsau tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem penanganan anjing liar.

"Kasus ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai setelah ada korban baru kemudian dilakukan penanganan," ujar anggota Komisi II DPRD Tala ini. 

Menurut Joko, salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah membentuk tim khusus lintas instansi yang mampu merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait keberadaan anjing liar yang agresif maupun yang diduga mengalami gangguan kesehatan.

"Perlu dibentuk tim khusus yang dapat bergerak cepat ketika ada laporan dari masyarakat. Jadi ketika ada anjing liar yang meresahkan atau diduga sakit, bisa langsung ditindaklanjuti," katanya.

Ia menilai kecepatan respons sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus mencegah potensi terjadinya kasus gigitan maupun penyebaran penyakit.

Selain penanganan di lapangan, Joko juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan.

Politisi NasDem Tala ini mengatakan masih diperlukan sosialisasi mengenai tanggung jawab dalam memelihara hewan agar tidak ada lagi anjing peliharaan yang sengaja dilepas atau dibuang hingga akhirnya menjadi anjing liar.

"Pemerintah juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kepemilikan hewan yang bertanggung jawab. Jangan sampai anjing peliharaan dibuang begitu saja karena akhirnya menjadi persoalan bersama," ucapnya.

Lebih lanjut, Joko mengusulkan agar pemerintah daerah menyiapkan tempat penampungan sementara atau kandang khusus bagi anjing yang berhasil diamankan petugas.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut penting mengingat penanganan anjing liar saat ini tidak lagi dilakukan melalui eliminasi, sehingga diperlukan solusi yang tetap mengedepankan aspek keselamatan masyarakat dan kesejahteraan satwa.

"Anjing yang tertangkap sebaiknya ditempatkan terlebih dahulu di kandang atau shelter sebelum diputuskan apakah akan diadopsi, diserahkan kepada pihak yang berwenang, atau ditangani lebih lanjut sesuai prosedur," jelasnya.

Ia berharap upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Satpol PP, pemerintah kelurahan, hingga unsur masyarakat sehingga persoalan anjing liar dapat ditangani secara berkelanjutan.

"Dengan adanya koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat, saya optimistis persoalan ini bisa ditangani dengan baik tanpa mengabaikan keselamatan warga maupun ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)


SEEKOR anjing liar tiduran di sekitaran teras bangunan di kawasan Jalan Datu Insyad, Pelaihari  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.