TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Pengerjaan ruas jalan baru menuju Bandara Siboru Fakfak, Papua Barat, untuk sementara terhenti total akibat aksi pemalangan warga.
Pantauan TribunPapuaBarat.com pada Rabu (29/7/2026) menunjukkan, penghentian pekerjaan terjadi setelah pemilik hak ulayat melakukan pemalangan di lokasi pembangunan.
Titik pemalangan berada di kilometer 3.300, tepatnya di wilayah Kampung Sekru Tuare. Tumpukan batang pohon tampak jelas digunakan untuk menutup akses jalan.
Hingga kini, penyebab pemalangan belum dapat dipastikan. Namun, pekerja di lapangan berharap persoalan segera diselesaikan agar pembangunan jalan bisa kembali berjalan.
Baca juga: Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Palang Akses Menuju Bandara Siboru Fakfak
“Kami berharap pemalangan ini segera diselesaikan sehingga proses pengerjaan jalan bisa kembali berjalan. Kalau memang ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan bersama pemerintah karena di lokasi hanya ada pekerja dan pengawas lapangan,” ujar Salis Biarpruga, salah satu pengawas lapangan.
Salis menegaskan, seluruh pekerja hanya menjalankan tugas sesuai pekerjaan yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa terhentinya pekerjaan berpotensi menghambat penyelesaian pembangunan jalan menuju Bandara Siboru.
“Karena itu, diperlukan langkah cepat agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut,” tambahnya.
Ia juga berharap Pemerintah Daerah segera memfasilitasi komunikasi dengan pemilik hak ulayat.
“Dengan tercapainya kesepakatan, pembangunan jalan kita harapkan bersama dapat dilanjutkan kembali sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.