PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Satuan Reserse Kriminal Polresta Pangkalpinang melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terus mengintensifkan upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Salah satunya melalui program Police Goes to School yang digelar di SDN 4 Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (24/7/2026) lalu, dengan memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan hingga dampak yang dapat ditimbulkan terhadap perkembangan psikologis dan karakter anak.
Selain itu, para siswa juga diajak untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, berempati terhadap sesama teman, serta berani melaporkan kepada guru maupun orang tua apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan.
Kepala Satreskrim Polresta Pangkalpinang, Kompol Singgih Aditya Utama, mengatakan, edukasi kepada pelajar merupakan langkah yang dinilai efektif untuk mencegah terjadinya tindak perundungan di lingkungan pendidikan.
"Bullying masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga dapat memengaruhi lingkungan belajar secara keseluruhan,” kata Singgih, Selasa (28/7/2026).
“Melalui kegiatan Police Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa setiap bentuk perundungan memiliki konsekuensi dan tidak boleh dianggap sebagai candaan ataupun budaya yang biasa terjadi di sekolah," ujarnya.
Singgih menyebutkan, pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pihak sekolah, orang tua hingga aparat penegak hukum.
Oleh sebab itu, Polresta Pangkalpinang terus membangun sinergi dengan dunia pendidikan melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pembinaan.
"Kami berharap para siswa memiliki keberanian untuk berkata tidak terhadap bullying, tidak menjadi pelaku, tidak ikut membenarkan tindakan tersebut, dan tidak takut melapor apabila menjadi korban ataupun menyaksikan adanya perundungan. Menciptakan sekolah yang aman merupakan tanggung jawab bersama sehingga kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam upaya pencegahannya," tutur Singgih. (riz)