- Rekaman detik-detik tentara Amerika Serikat berlarian menuju bunker saat pangkalan militernya diserang Iran menjadi sorotan di media sosial.
Video tersebut kini memicu kekhawatiran militer AS karena dinilai dapat membantu Iran mengenali pola perlindungan pasukannya.
Dalam rekaman itu, seorang personel terlihat mengenakan rompi pelindung sebelum berlari menuju bunker perlindungan.
Sirene peringatan terdengar menggema ketika rudal dan drone Iran mulai menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.
Beberapa rudal tampak melintas di langit sebelum ledakan terjadi di sekitar kawasan pangkalan militer.
Seluruh personel kemudian bertahan di dalam bunker hingga situasi dinyatakan aman beberapa jam kemudian.
Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan Iran terhadap pangkalan AS pada pertengahan Juli 2026.
Serangan paling mematikan dilaporkan terjadi pada Jumat (17/7) dan menyasar sejumlah fasilitas militer AS.
Tak lama setelah video itu beredar, Komandan Komando Pusat AS atau CENTCOM mengeluarkan peringatan kepada seluruh pasukan.
Dalam surat tertanggal Selasa (28/7), Laksamana Brad Cooper meminta personel lebih berhati-hati menggunakan ponsel dan media sosial.
Menurut Cooper, foto dan video yang diunggah secara terbuka dapat menjadi sumber intelijen bagi Iran.
Ia menilai rekaman tersebut memperlihatkan jalur evakuasi menuju bunker serta cara pasukan AS mencari perlindungan saat serangan.
Informasi itu dikhawatirkan dapat membantu Iran menilai hasil serangan sekaligus membidik pangkalan pada serangan berikutnya.
Sejumlah sumber Reuters bahkan menyebut personel AS di Yordania kemungkinan akan diminta menyerahkan ponsel mereka demi alasan keamanan.
Langkah serupa juga dikabarkan sedang dipertimbangkan di beberapa pangkalan AS lainnya di kawasan Timur Tengah.
Washington kini berupaya menutup celah kebocoran informasi agar rekaman personelnya tidak lagi dimanfaatkan Iran.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman