TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pihak kepolisian mendatangi dapur penyuplai Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengakibatkan keracunan masal yang dialami puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026) malam.
Diketahi, dugaan keracunan massal yang dialami puluhan siswa SDN Bojongkoneng ini terjadi pada Selasa (28/7/2026) lalu setelah mengkonsumsi susu UHT.
Menu MBG itu diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi, Cibadak 02, Dapur Nazran, Yayasan Ulul Albab Fasihah Almunawaroh yang berlokasi di Kampung Bojong Setra RT 002, RW 001, Kelurahan/Kecamatam Cibadak.
Kepala SPPG Sukabumi Cibadak 2, Rizal Ramadhan, membenarkan bahwa pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Sukabumi mendatangi dapur SPPG untuk memeriksa dan menanyakan kronologi kejadian.
Pantauan Tribunjabar.id, terlihat juga anggota Dokkes Polres Sukabumi yang turut turun langsung melihat kondisi dapur, gudang penyimpanan dan kondisi makanan yang diproduksi pihak SPPG.
"Bahwa memang ada kunjungan dari Reskrim, memang menanyakan kronologis dari kejadian, dan juga menjelaskan kejadian yang terjadi di lapangan, lalu juga kami menjelaskan berapa banyak korban, segala macam," kata Rizal Ramadhan kepada Tribunjabar.id di dapur SPPG Sukabumi Cibadak 2, malam ini.
Baca juga: Puluhan Siswa SD di Sukabumi Mual Usai Minum Susu MBG, Satu Anak Sempat Masuk IGD RSUD Sekarwangi
Rizal menjelaskan, sebanyak 39 siswa SDN Bojongkoneng yang diduga mengalami keracunan pada Selasa lalu.
Menurutnya, saat ini masih terdapat satu siswa yang dirawat di RSUD Sekarwangi.
"Alhamudulillah sejauh ini kita ada 32 orang yang kondisinya sudah sehat, 6 juga kondisinya juga membaik, dan 2 siswa itu masih ada gejala, dan 1 siswa itu masih ada yang dirawat di RS Sekarwangi atasnama Virgi, yang 1 lagi atasnama Geisha di rumah, memang masih ada gejala diare," ungkap Rizal.
Saat ini, pihak SPPG pun masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui pasti penyebab dugaan keracunan tersebut.
"Namun, di balik itu pun kami masih menunggu hasil dari laboratorium, hasilnya bagaimana, kami menunggu dari laboratorium. Untuk 39 siswa ini dari satu sekolah dari SDN Bojongkoneng," ucap Rizal.
Di lapangan, terlihat juga ahli gizi SPPG Sukabumi Cibadak 2, yang turut memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.* (M Rizal Jalaludin)