Liputan6.com, Jakarta - Micky Gray menilai Manchester United masih membutuhkan penjaga gawang baru meski Senne Lammens tampil cukup menjanjikan musim lalu. Menurut mantan pemain Premier League itu, Setan Merah memerlukan sosok yang lebih berpengalaman untuk bersaing memperebutkan gelar.
Perdebatan mengenai posisi penjaga gawang kembali mencuat menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Manchester United dinilai harus segera menentukan langkah terkait komposisi kiper mereka.
Lammens direkrut dari Royal Antwerp dengan nilai transfer 18,1 juta pounds pada musim panas tahun lalu. Awalnya hanya diproyeksikan sebagai pelapis, ia kemudian merebut posisi utama di bawah Ruben Amorim dan dilanjutkan saat Michael Carrick mengambil alih tim.
Kiper asal Belgia itu mencatatkan delapan clean sheet dari 32 pertandingan Premier League musim lalu. Namun, kesalahannya pada perempat final Piala Dunia 2026 kembali memunculkan keraguan apakah ia sudah siap menjadi andalan utama Manchester United.

Gray mengakui Lammens menunjukkan perkembangan yang menjanjikan selama musim perdananya di Old Trafford. Akan tetapi, ia menilai Manchester United membutuhkan penjaga gawang yang sudah terbukti mampu menghadapi tekanan di level tertinggi.
Menurut Gray, klub sebesar Manchester United harus memiliki kiper berpengalaman jika ingin bersaing di berbagai kompetisi. Ia bahkan menyinggung perjalanan David de Gea yang juga membutuhkan waktu sebelum menjadi salah satu kiper terbaik klub.
"Secara pribadi saya tetap akan mencari penjaga gawang yang berpengalaman dan berkualitas. Mungkin ada yang berkata bahwa mereka sudah memiliki Lammens yang datang dan tampil sangat baik," ujar Gray kepada talkSPORT.
"Dia masih penjaga gawang muda. Memang situasi seperti itu pernah terjadi pada David de Gea, yang akhirnya menjadi fenomena di Manchester United. Dia berkembang menjadi penjaga gawang luar biasa dan salah satu yang terbaik dalam sejarah klub," lanjut Gray.

Gray juga mempertanyakan apakah Lammens sudah siap menjalani jadwal padat sebagai kiper utama Manchester United. Ia menilai tekanan bermain di Liga Champions dan Premier League secara bersamaan akan menjadi tantangan besar.
Bagi Gray, Manchester United masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum kembali menjadi penantang gelar. Karena itu, kehadiran pemain berpengalaman dianggap penting untuk menjaga stabilitas tim.
"Apakah Anda akan memberi Lammens waktu berkembang? Apakah Anda akan memberinya tanggung jawab bermain di Liga Champions sekaligus Premier League dengan ritme dua pertandingan setiap pekan? Itu adalah tuntutan yang sangat besar," kata Gray.
"Manchester United masih memiliki banyak hal yang harus dibenahi. Namun, saya tetap berharap mereka bisa kembali bersaing setidaknya untuk finis di empat besar," tegas Gray.

Manchester United sebenarnya telah memperkuat kedalaman skuad di posisi penjaga gawang. Mereka mendatangkan Karl Darlow secara gratis dari Leeds United untuk menjadi pelapis yang lebih berpengalaman.
Darlow diproyeksikan memberikan persaingan sekaligus menjadi cadangan utama pada musim ini. Kehadirannya melengkapi perubahan yang dilakukan Manchester United setelah Michael Carrick membawa tim finis di posisi ketiga Premier League dan mengamankan tiket Liga Champions.