TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Suasana haru dan menegangkan mewarnai proses eksekusi lahan dan rumah milik Suriani di wilayah Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (30/7/2026).
Suriani bersama anak dan cucunya tak kuasa menahan kesedihan saat petugas meminta mereka meninggalkan rumah yang selama ini ditempati.
Rumah tersebut dieksekusi setelah perkara lahan tersebut dimenangkan oleh pihak termohon.
Baca juga: Kuasa Hukum Minta Eksekusi Lahan Beru-Beru Mamuju Dihormati: Sudah Sesuai Mekanisme Hukum
Baca juga: Eksekusi Lahan di Mamuju Tengah, Keluarga Tergugat Merasa Tak Ada Keadilan Bagi Orang Kecil
Tangisan pecah dari keluarga Suriani saat proses eksekusi berlangsung. Sejumlah anak dan cucu terlihat menangis hingga enggan meninggalkan rumah tersebut.
Seorang cucu Suriani bahkan sempat bertahan di loteng teras rumah dan menolak turun.
Namun, petugas kepolisian wanita (Polwan) akhirnya berhasil membujuk cucu Suriani untuk turun dari lokasi tersebut.
Di tengah proses eksekusi, Suriani tiba-tiba pingsan.
Sejumlah personel Polwan kemudian langsung memberikan pertolongan dengan menggotong Suriani menuju ambulans yang telah disiagakan di lokasi.
Namun, anak Suriani menolak ibunya dibawa ke rumah sakit.
Sambil menangis, ia meminta petugas agar tidak membawa Suriani pergi.
"Jangan bawa mamaku," teriak anak Suriani kepada pihak kepolisian.
Mendengar penolakan tersebut, petugas akhirnya menurunkan Suriani dari ambulans.
Suriani kemudian dipindahkan ke kursi roda yang ditempatkan di depan rumah tetangganya.
Sementara itu, aparat kepolisian terus berupaya menenangkan keluarga Suriani agar proses eksekusi berjalan aman dan kondusif. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati