Tim Investigasi Kemenkes Ungkap Penyebab Kematian Dokter Internship di Lampung Asal Kotim Kalteng
Sri Mariati July 30, 2026 11:50 AM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kepergian dokter muda asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Zulfikar Drakel, saat menjalani program internship di Lampung masih menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga dunia kesehatan Indonesia. 

Di tengah berbagai spekulasi yang sempat muncul, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab meninggalnya dokter yang bertugas di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur tersebut. 

Hasilnya, tim menyatakan tidak menemukan adanya praktik perundungan (bullying), pelanggaran jam kerja, maupun pelanggaran ketenagakerjaan selama almarhum mengikuti program internship. 

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Medis dan Kesehatan Indonesia (FSPMKI), dr Roy Tanda Anugrah Sihotang, mengatakan organisasinya bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dilibatkan sebagai unsur eksternal dalam tim investigasi guna memastikan proses pemeriksaan berlangsung objektif dan independen. 

"Dari hasil investigasi yang kami telusuri, tidak ditemukan adanya bullying, tidak ada pemaksaan jaga di luar jam kerja, tidak ada beban kerja yang berlebihan, dan tidak ditemukan pelanggaran norma maupun aturan ketenagakerjaan," kata dr Roy saat ditemui di Sampit, Selasa (28/7/2026). 

Menurut Roy, FSPMKI secara khusus menelusuri aspek ketenagakerjaan dalam pelaksanaan program internship, mulai dari beban kerja, jam dinas, hingga perlindungan terhadap peserta program. 

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim menyimpulkan bahwa pelaksanaan program internship di RSUD Sukadana telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Saat peristiwa terjadi, almarhum diketahui sedang menjalani izin sakit dan berada seorang diri di tempat penginapannya. 

Berdasarkan hasil penelusuran tim, dokter Zulfikar diduga terjatuh di kamar mandi.  

Kondisi penginapan yang sepi membuat tidak ada seorang pun yang mengetahui kejadian tersebut, sehingga korban diduga terlambat mendapatkan pertolongan medis. 

"Kesimpulan kami, beliau meninggal karena sakit. Selebihnya kami tidak bisa mengambil kesimpulan secara penuh karena memang tidak dilakukan autopsi," ujarnya. 

Roy menjelaskan, keputusan untuk tidak melakukan autopsi juga dinilai tepat karena aparat kepolisian sebelumnya telah memastikan tidak menemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. 

"Kami setuju karena memang tidak ditemukan unsur pidana. Jadi untuk kepentingan apa dilakukan autopsi apabila tidak ada dugaan tindak pidana," katanya. 

Ia menegaskan, keterlibatan FSPMKI dan IDI dalam tim investigasi merupakan bagian dari mekanisme check and balance yang dibentuk Kementerian Kesehatan agar hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan secara independen.

Baca juga: Tangis Sang Kakak Pecah di Makam Dokter Muda Asal Kotim Muhammad Zulfikar Drakel, Ini Pesannya

Baca juga: Ini Isi Curahan Hati Pilu Kakak Dokter Muda Asal Kotim Meninggal Misterius di Lampung Bikin Haru

Selain melakukan investigasi terhadap pelaksanaan program internship, tim juga menyempatkan diri mendatangi Kabupaten Kotawaringin Timur untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. 

Bagi Roy, kepergian dokter muda tersebut menjadi kehilangan besar bagi dunia kesehatan, terutama Kalimantan Tengah. 

"Bagi kami, dunia kesehatan Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah, kehilangan calon dokter yang berbakat, memiliki dedikasi luar biasa, dan sangat cerdas," bebernya.  

"Kami yang tergabung dalam tim investigasi juga merasa sangat kehilangan. Kedatangan kami ke sini sekaligus untuk menyampaikan belasungkawa," tutup dr Roy Tanda Anugrah Sihotang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.