Dampak Karhutla Kian Terasa: Dinkes Kubu Raya Siagakan Faskes dan Logistik Hadapi Potensi ISPA
Rivaldi Ade Musliadi July 30, 2026 12:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. 

Paparan kabut asap yang kian menebal beberapa hari terakhir mulai mengancam kualitas udara dan berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menyikapi fenomena tahunan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kubu Raya memperketat pemantauan di seluruh wilayah dan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi kelompok rentan.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengonfirmasi bahwa kasus gangguan pernapasan akibat asap memang sudah mulai ditemukan di lapangan, meski jumlahnya belum melonjak drastis.

"Memang sudah ada kasus ISPA yang terdata, tetapi jumlahnya belum signifikan," kata Wan Iwansyah kepada tribunpontianak.co.id, Kamis 30 Juli 2026.

Prediksi Lonjakan Kasus Pekan Depan dan Kesiapan Faskes

Wan Iwansyah menjelaskan, pihaknya bersama bidang terkait terus melakukan pemantauan ketat di puskesmas-puskesmas untuk melihat grafik perkembangan angka penderita ISPA harian.

Mengingat kondisi kabut asap baru berlangsung dalam beberapa hari terakhir, pihak dinas memperkirakan dampak akumulasi paparan asap terhadap kesehatan organ pernapasan masyarakat baru akan terlihat jelas pada pekan berikutnya.

• Potret Udara Karhutla Kubu Raya: Kepulan Asap Tebal Kebakaran Lahan Serdam Hambat Pemadaman

"Prediksi kami, peningkatan kasus kemungkinan baru akan terjadi pada minggu berikutnya. Hal ini disebabkan kondisi kabut asap ini baru saja berlangsung," ungkapnya.

Guna mengantisipasi potensi lonjakan pasien, Dinkes Kubu Raya memastikan seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes), mulai dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Rumah Daerah, berada dalam posisi siaga penuh.

Tak hanya kesiapan tenaga medis, ketersediaan logistik obat-obatan, tabung oksigen, hingga masker kesehatan juga dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi.

"Insyaallah kami sudah menyiapkan logistik yang cukup untuk memberikan penanganan medis secara cepat apabila terjadi peningkatan kasus ISPA di masyarakat," jelas Wan Iwansyah.

Imbauan Perlindungan Kelompok Rentan dan Pola Hidup Sehat

Wan Iwansyah secara khusus menyoroti perlindungan ekstra bagi kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi pernapasan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit kronis atau asma.

"Kami mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko agar tidak keluar rumah tanpa menggunakan alat pelindung diri seperti masker. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak terlalu penting, apalagi kondisi kabut asap yang kita lihat semakin hari semakin tebal," tegasnya.

Kondisi Pasien Masih Dalam Batas Normal

Meskipun ancaman ISPA terus mengintai seiring berlanjutnya karhutla, Wan Iwansyah menenangkan warga bahwa hingga Kamis 30 Juli 2026, tingkat kunjungan pasien keluhan pernapasan di faskes masih berada pada kisaran normal.

"Kalau pasien memang sudah ada, karena kasus seperti ini rutin terjadi saat musim kemarau. Hanya saja peningkatannya belum kami lihat terlalu signifikan. Masih normal-normal saja," pungkasnya.

Ia berharap upaya pemadaman karhutla yang dilakukan tim gabungan di lapangan dapat berjalan optimal. 

Selain itu, faktor cuaca seperti turunnya hujan lebat sangat diharapkan untuk membilas polutan asap dan memulihkan kembali kualitas udara bersih di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.