Kejar Target 5.100 Ton Beras, Bulog Kalbar Gelar Rakor Bareng Dinas Pertanian Sambas dan Petani
Rivaldi Ade Musliadi July 30, 2026 12:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Perum Bulog Kanwil Kalimantan Barat (Kalbar) terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mengamankan stok pangan daerah. 

Langkah nyata ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) penyerapan gabah, beras, serta jagung yang digelar bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas pada Rabu 29 Juli 2026.

Kegiatan strategis yang berlangsung di Kabupaten Sambas tersebut melibatkan para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), hingga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Melalui sinergi lintas sektor ini, Bulog Kalbar menyatakan optimismenya mampu menuntaskan target penyerapan beras sebanyak 5.100 ton pada Agustus 2026 mendatang.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi penyerapan hasil panen lokal telah mencapai sekitar 4.100 ton atau setara dengan 80 persen dari total target yang ditetapkan untuk wilayah Kalimantan Barat.

Progres Penyerapan Positif dan Jaminan Kepastian Pasar Bagi Petani

Pemimpin Perum Bulog Kalimantan Barat, Rasiwan, mengungkapkan bahwa pencapaian 80 persen hingga akhir Juli ini mengindikasikan bahwa proses penyerapan hasil panen petani lokal berjalan dengan baik dan sesuai dengan skema rencana kerja.

• Surga Air Terjun Gunung Selindung Sambas: Kesejukan Hutan Asri Salatiga & Panduan Perjalanan Lengkap

"Alhamdulillah, dari target penyerapan 5.100 ton, saat ini telah terealisasi sekitar 4.100 ton atau mencapai 80 persen. Sisa target sekitar 1.000 ton ini akan kami tuntaskan pada periode Juli hingga Agustus 2026," ujar Rasiwan usai pelaksanaan rakor.

Rasiwan menggarisbawahi bahwa keberhasilan penyerapan hasil panen di lapangan tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara Bulog, pemerintah daerah, dinas teknis, para penyuluh, serta para petani lokal sebagai produsen utama.

Menurutnya, kerja sama ini penting untuk memastikan seluruh hasil produksi padi maupun jagung milik petani lokal dapat terserap secara optimal, sekaligus memberikan jaminan kepastian pasar serta harga yang menguntungkan di tingkat produsen.

"Kolaborasi dinilai sangat penting untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik, sekaligus memberikan kepastian pasar serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani," jelas Rasiwan.

Perkuat Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Di samping memberikan perlindungan harga bagi petani, penyerapan gabah dan beras secara optimal juga difungsikan untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah Kalimantan Barat. 

Ketersediaan stok CBP yang kuat menjadi benteng utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mengantisipasi lonjakan harga beras di pasaran.

Kendati menunjukkan tren positif, Bulog Kalbar tidak menampik adanya berbagai tantangan operasional pada alur penyerapan di semester kedua tahun 2026. 

Salah satu faktor krusial yang diwaspadai adalah kondisi cuaca yang tidak menentu dan perubahan iklim global.

"Pada semester kedua ini, tantangan terbesar berasal dari faktor cuaca dan iklim. Perubahan cuaca diperkirakan masih berpotensi memengaruhi produktivitas lahan pertanian maupun kualitas hasil panen gabah," katannya.

Untuk menyiasati potensi kendala tersebut, Bulog bersama Dinas Pertanian dan PPL berkomitmen untuk terus meningkatkan pendampingan intensif dari masa budidaya hingga pascapanen. 

Pendampingan ini bertujuan agar kualitas gabah dan beras yang dihasilkan petani tetap memenuhi standar mutu yang ditetapkan untuk penyerapan Bulog.

"Karena itu, kami bersama Dinas Pertanian, penyuluh pertanian lapangan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal proses budidaya hingga panen agar hasil produksi tetap optimal dan dapat diserap sesuai harapan," imbuh Rasiwan.

Motivasi Petani dan Harapan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kalbar

Dengan adanya jaminan penyerapan dari lembaga pemerintah, Rasiwan berharap para petani di Kabupaten Sambas maupun kabupaten/kota lainnya di Kalbar semakin termotivasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan indeks pertanaman (IP) di wilayah masing-masing.

Pihaknya yakin, target penyerapan sisa 1.000 ton beras akan tuntas tepat waktu pada Agustus 2026 seiring masuknya masa panen di beberapa kawasan sentra produksi padi.

"Penyerapan hasil panen bukan hanya bertujuan memenuhi target tahunan institusi, tetapi ini adalah bentuk dukungan konkrit pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian petani," ungkapnya.

Rasiwan berharap sinergi yang telah terbangun kokoh antara Bulog, pemerintah daerah, Perpadi, dan para petani dapat terus diperkuat secara konsisten. 

Langkah gotong royong ini diharapkan menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Bumi Khatulistiwa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.