SURYAMALANG.COM, MALANG - Rasa waswas dan panik yang menyelimuti para pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, seperti Sekretaris Dinas (Sekdin) hingga Kepala Bidang (Kabid), tampaknya masih harus berlangsung lebih lama.
Pasalnya, agenda mutasi jabatan yang sedianya digelar pada Jumat (31/7/2026) besok resmi dibatalkan.
Batalnya agenda rotasi ini bukan lantaran kendala perizinan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Penundaan terjadi sebab Bupati Malang, HM Sanusi MM, harus mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf.
Baca juga: Jejak Kasus Kabid Geologi ESDM Jatim: Baru 2 Tahun Menjabat, Kini Tersangka Pungli Izin Rp1,3 M
Bupati dijadwalkan menghadiri pembukaan hari pertama pembelajaran sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR), Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 240 siswa baru dari keluarga kurang mampu, yang terdiri atas 24 siswa SD, 105 siswa SMP, dan 93 siswa SMA.
"Iya, Jumat besok agenda kegiatan pak bupati padat, mulai pagi, dan yang tak bisa diwakilkan itu, menghadiri MPLS di SR Bantur karena Pak Mensos hadir," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar, Kamis (30/7/2026).
Mengenai kepastian jadwal mutasi yang tercatat sudah dua kali mengalami penundaan ini, Sekda Budiar belum bisa memberikan tanggal pasti.
Namun, Budiar memperkirakan pergeseran jabatan tersebut baru akan berlangsung pada minggu pertama Agustus 2026.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa pembatalan mutasi secara mendadak ini dinilai kurang wajar karena jarang terjadi untuk agenda yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.
Baca juga: Punya Penyakit Jantung, Wanita Meninggal Setelah Masuk Wahana Rumah Hantu di Tulungagung
Meski begitu, beredar pula informasi penundaan ini dilakukan agar proses penyegaran tidak hanya menggeser 18 pejabat eselon III, melainkan sekaligus mengisi empat posisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kosong.
Empat posisi strategis tersebut meliputi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Kepala Inspektorat, serta satu posisi Staf Ahli.
Penundaan yang berulang ini mematik sorotan kritis dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDIP, Redam Guruh Krismantara Bisowarno, menyuarakan keprihatinannya atas dinamika mutasi yang tak kunjung terealisasi.
"Semoga, tak ada agenda yang disembunyikan, sebab jika mutasi itu terus molor, sepertinya ada sesuatu," ungkap Redam.
Redam menilai penataan birokrasi sudah sangat mendesak untuk dilakukan.
Menurutnya, terdapat sejumlah Sekdin yang sudah menduduki jabatannya hingga tujuh tahun tanpa pernah dirotasi.
Beberapa di antaranya yakni Sekdin Perikanan, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Sekdin Pendidikan.
Tak hanya itu, dua posisi Sekdin di Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga juga dinilai perlu dilakukan pergeseran figur pimpinan.
Langkah ini penting guna menepis persepsi publik bahwa pejabat terkait merupakan figur yang "kebal" rotasi.
"Biar ada penyegaran. Bukan yang enak kian nyaman," tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDIP tersebut.
Baca juga: Mutasi Besar-besaran Pemkab Malang Digelar Jumat Besok: Fraksi PDIP Wanti-wanti Hapus Jabatan Plt
Mendesaknya penataan ini juga terlihat dari banyaknya posisi Sekdin yang saat ini kosong dan harus dirangkap oleh para Kabid.
Di antaranya terjadi pada posisi Sekdin Kominfo, Sekdin Kependudukan dan Catatan Sipil, Sekdin Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sekdin Lingkungan Hidup (LH), Sekdin Sosial (Dinsos), serta Sekdin Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).
Di luar dinamika mutasi pejabat, lokasi kunjungan Bupati dan Mensos yakni Sekolah Rakyat (SR) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, berdiri di atas lahan seluas 5,9 hektare dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp 300 miliar.
Kawasan sekolah tersebut berdiri megah di atas perbukitan dengan 17 sarana gedung pendukung, meliputi ruang kelas, asrama, masjid, gedung serbaguna, hingga fasilitas kantin.
Keunikan dari SR Bantur ini terletak pada lokasinya yang menghadap langsung ke Samudra Hindia di arah selatan.
Pemandangan panorama laut lepas serta alunan suara deburan ombak besar menambah daya pikat estetis dari kompleks sekolah tersebut.