- Nama Lurah Syerly baru-baru ini ramai dibicarakan usai celetukannya viral.
Namun rupanya, jauh sebelum ini, ia sudah lebih dulu membuat warga Paya Pasir turun ke jalan bahkan dituntut diganti dari jabatannya.
Video Lurah Paya Pasir, Syerly, itu mendadak viral di media sosial seusai dianggap meremehkan keluhan warga.
Videonya beredar setelah Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berkunjung ke Jalan Paya Pasir, kawasan Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan pada Selasa (28/7/2026).
Saat kunjungan itu, seorang warga curhat soal maraknya aksi begal dan minimnya lampu penerangan jalan di lingkungannya.
Warga itu bahkan mengaku merogoh kantong sendiri untuk memasang empat titik lampu jalan demi keamanan.
Namun saat warga sedang mengadu, Syerly yang berdiri di samping Wali Kota diduga mengejek keluhan warga dengan nyeletuk, "Ciyee curhat dia bahh".
Nada celetukan itu dinilai warga Medan terkesan meremehkan.
Momen itu terekam kamera dan langsung menyebar luas di media sosial.
Warganet ramai-ramai mengecam sikap Syerly karena dianggap tak punya empati sebagai pelayan publik.
Buntut celetukannya yang viral, Syerly langsung diperiksa Inspektorat Kota Medan.
Kepala Inspektorat Medan, Erfin Fahrurrazi, menyebut kasus ini masih terus diproses.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Syerly terindikasi melanggar Peraturan Wali Kota Medan Nomor 58 Tahun 2023 soal disiplin dan kode etik ASN.
Erfin menjelaskan, pelanggaran itu merujuk pada aturan yang mewajibkan ASN bersikap dan berucap dengan integritas, baik di dalam maupun di luar tugas.
Berdasarkan aturan itu, Syerly direkomendasikan mendapat pembinaan disiplin, atau sanksi ringan.
Wali Kota Rico Waas menegaskan pihaknya menghormati proses pemeriksaan Inspektorat dan akan mengikuti aturan yang berlaku.
Pemko Medan menyebut penanganan ini bagian dari komitmen menjaga ASN yang beretika dan menghargai aspirasi warga.
"Kalau memang ditemukan adanya pelanggaran, kita ikuti prosesnya sesuai aturan yang ada. Saat ini semuanya masih dalam proses pemeriksaan Inspektorat," ujar Rico Waas, Rabu (29/7/2026).
LURAH BUKA SUARA & MINTA MAAF SEUSAI VIRAL
Sebelum diperiksa Inspektorat, Syerly lebih dulu menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
Ia mengaku celetukannya keluar begitu saja secara spontan.
Menurut Syerly, itu terjadi karena ia merasa sudah akrab dan sering bercanda dengan warga bernama Ibu Ulfa, yang saat itu menyampaikan keluhan.
Ibu Ulfa pun membenarkan kedekatannya dengan sang lurah.
Menurutnya, candaan semacam itu memang biasa terjadi di antara mereka berdua.
Ibu Ulfa turut meminta maaf jika ucapan itu menyinggung warganet lain, tapi menegaskan tak ada masalah di antara mereka berdua.
Meski sudah minta maaf, proses pemeriksaan disiplin di Inspektorat Kota Medan tetap berjalan.
Peristiwa ini bukan kali pertama Syerly menjadi sorotan warga Paya Pasir.
Desember 2025 lalu, puluhan warga mendatangi Kantor Camat Medan Marelan untuk berunjuk rasa.
Warga menuding Syerly tak peduli saat wilayahnya dilanda banjir parah.
Syerly bahkan disebut sempat marah dan mengancam tak akan lagi memberi bantuan kepada warga yang mengadu.
Salah satu warga bernama Syahdan mendesak Wali Kota Medan mengganti Syerly dari jabatannya.
Saat itu, awak media masih berupaya meminta konfirmasi Syerly soal tudingan tersebut.
Rekam jejak ini membuat sorotan publik terhadap Syerly makin ramai, di tengah polemik celetukannya yang viral pekan ini.
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman