Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Sebanyak 40 nelayan ikut Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Maluku, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan dengan bertema "Dengan SLCN, Nelayan Hebat, Selamat, Sejahtera" itu dibuka secara resmi oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.
SLCN bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam memahami dan memanfaatkan informasi cuaca maritim sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melaut.
Program ini digagas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
bersama Pemerintah Kota Ambon.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam arahannya menilai pekerjaan nelayan bukan semata tentang alat tangkap, tetapi juga hasil dan keselamatan untuk pulang.
Karena itu pemerintah menurutnya memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap nelayan mendapatkan saran dan prasarana yang memadai.
"Pmerintah memiliki tanggung jawab memastikan setiap nelayan memperoleh dukungan yang memadai, baik berupa sarana dan prasarana penangkapan ikan maupun peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan informasi yang akurat," ujarnya.
Baca juga: Jalan Banggain–Bula Ambles dan Bergelombang, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati
Baca juga: Program Polisi Mengajar Berlanjut, 3 Personel Ditreskrimsus Polda Maluku Mengajar di SMA N 1 Ambon
Bodewin menilai informasi cuaca dari BMKG memiliki peran strategis dalam membantu nelayan menentukan waktu yang aman untuk melaut, memahami arah angin, tinggi gelombang, arus laut, hingga memperkirakan lokasi potensial penangkapan ikan.
Mengingat profesi nelayan merupakan pekerjaan yang penuh risiko, terutama sensitif dengan cuaca.
"Nelayan memperjuangkan kehidupan mereka dengan mempertaruhkan nyawa. Karena itu tugas kita adalah memberikan kepastian informasi agar mereka dapat melaut dengan aman dan pulang membawa hasil," katanya.
Disisi lain, Bodewin menjelaskan pemerintah telah menyalurkan bantuan alat tangkap maupun sarana budidaya guna meningkatkan produktivitas nelayan.
Namun, menurutnya, bantuan fisik harus dibarengi dengan peningkatan pengetahuan agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
Ia menilai program ini bukan sekadar mencari informasi cuaca, tetapi juga membangun budaya belajar, budaya mengutamakan keselamatan, dan meningkatkan produktivitas nelayan.
Ia berharap melalui SLCN, para nelayan mampu memanfaatkan teknologi dan informasi cuaca secara maksimal sehingga aktivitas melaut menjadi lebih efisien, mengurangi risiko kecelakaan, sekaligus meningkatkan hasil tangkapan.
"Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan dampak nyata. Dengan pengetahuan yang semakin baik, nelayan akan semakin produktif, hasil tangkapan meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan mereka juga akan semakin baik," pungkasnya.(*)