Seorang pendaki wanita di Gunung Prau sembuh dari hipotermia setelah teman prianya menyatakan cinta. Kisah unik ini viral di media sosial.
Informasi tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @basecamp_prau_dieng. Disebutkan, awalnya ada laporan darurat terkait seorang pendaki wanita yang mengalami hipotermia dalam kondisi kritis.
Tim rescue pun bersiap untuk melakukan evakuasi. Di lokasi, teman prianya tetiba menyatakan cinta. Tanpa pertolongan dan selimut termal, pendaki wanita itu langsung sembuh.
"Laporan darurat masuk ke basecamp: Kondisi kritis, hipotermia berat, kesadaran menurun drastis. Seluruh tim evakuasi panik dan bersiap menembus kabut. Tapi alam punya cerita lain. Begitu si cowok akhirnya menyatakan cinta, si cewek langsung sehat bugar seketika tanpa selimut termal, tanpa pertolongan pertama. Sebuah fenomena medis ajaib di mana hipotermia mendadak sembuh total hanya karena status hubungan yang akhirnya resmi," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Kamis (30/7/2026).
Dalam video tersebut tampak pendaki pria mengenakan jaket dan celana berwarna biru dongker. Sementara pendaki wanita mengenakan kaus tangan, jaket biru, dan celana biru dongker.
Tampak lelaki tersebut memberikan setangkai bunga putih kepada wanita itu. Cewek berambut sebahu itu pun menerimanya dengan senyuman.
Keduanya terlihat tersipu malu. Sementara tim rescue menimpali, 'cie-cie.'
Dimintai konfirmasi terkait kabar tersebut, seorang rescue Gunung Prau via Dieng, Suhada, mengatakan kejadian itu berlangsung pada Sabtu (25/7). Keduanya melakukan tektok atau pendakian tanpa menginap di Gunung Prau.
"Mereka itu tektok berangkat sekitar jam 02.00 atau jam 03.00 pagi," kata Suhada saat dihubungi detikJateng, Kamis (30/7).
Saat itu suhu di Gunung Prau mencapai -3 derajat Celcius. Keduanya mendaki hingga puncak dan mampir ke Sunrise Camp di atas gunung.
Suhada mengatakan, pihaknya langsung menyusul ke atas. Tim rescue sebanyak enam orang pun menjumpai keduanya.
Mengetahui pendaki wanita bersama teman cowok, tim penyelamat pun menghibur mereka dengan membuat candaan. Hal tersebut dilakukan agar pendaki yang mengalami sakit bisa terhibur.
"Ternyata sampai atas itu kebetulan kita lihat temannya yang cowok itu, kayaknya asik kalau dibuat bercanda. Soalnya dalam penanganan pendaki yang sakit kayak gitu emang kita biasanya dibuat sama kayak agak bercanda biar kondisi korban itu kan bisa jadi lebih enak," bebernya.
Tim rescue pun bilang kepada si cowok agar menembak atau menyatakan cinta kepada si cewek. Diberikan pula setangkai bunga tompok kepada si pria itu.
"Nah, kita bercanda itu kita bilang ke cowoknya itu bahwa, 'Mas, tembak aja tembak biar Mbaknya itu langsung sembuh' gitu kan. Sambil kita kasih bunga tompok," sebutnya.
Si cowok pun mengiyakan candaan para petugas rescue. Dia memberikan setangkai bunga sembari menyatakan cinta kepada teman ceweknya.
"Nah, ternyata si cowoknya itu meresponsnya malah iya gitu. Jadi langsung dikasihkan ke mbaknya, bunganya sambil bilang ke mbaknya, 'Mau enggak jadi pacar aku?'," ucap Suhud menirukan pendaki cowok saat menyatakan cinta.
Pendaki wanita itu pun menerima bunga tersebut. Namun, dia menolak pernyataan cinta kawannya itu. "Sebenarnya mbaknya itu jawabnya enggak mau. Tapi bunganya diterima," katanya.
Saat itu pula kondisi pendaki wanita tersebut pulih dengan cepat. Suhud mengatakan, pihaknya juga memberikan pertolongan pertama kepada cewek tersebut.
"Setelah ditembak itu langsung membaik. Sudah dikasih obat, dikasih makan, kok belum membaik juga. Makanya kita ada inisiatif buat ngehibur mbaknya," tuturnya.
Suhud mengatakan keduanya menjadi sepasang kekasih selepas mendaki Gunung Prau. Dia mendapatkan kabar ketika dihubungi cewek tersebut. "Akhirnya, setelah itu emang ternyata jadian beneran," pungkasnya.
---





