Tribunlampung.co.id, Kota Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Diskes) memastikan penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo terus berjalan secara berkelanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Fitri Agustina, menjelaskan bahwa berdasarkan data resmi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Kementerian Kesehatan serta rekam pelayanan kesehatan, tercatat tujuh warga RT 33/RW 09 Kelurahan Karangrejo terdiagnosis TBC sepanjang periode 2024 hingga Juli 2026.
"Total akumulasi kasus tercatat tujuh orang warga RT 33/RW 09 Kelurahan Karangrejo terdiagnosis TBC sepanjang periode 2024 hingga Juli 2026. Adapun kondisi terkini per Juli 2026, terdapat tiga pasien yang masih aktif menjalani pengobatan rutin," kata Fitri, Kamis (30/7/2026).
Fitri menjelaskan, seluruh pasien aktif telah mendapatkan penanganan sesuai standar, meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian Obat Antituberkulosis (OAT), pemantauan kepatuhan minum obat, serta rujukan apabila diperlukan.
"Data tersebut merupakan akumulasi kasus selama lebih dari dua tahun, bukan jumlah pasien yang mengalami TBC secara bersamaan dalam satu waktu. Oleh karena itu, angka tersebut tidak menunjukkan adanya puluhan kasus TBC aktif di wilayah tersebut," ujar Fitri.
Ia menambahkan, penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma memiliki mekanisme diagnosis, pencatatan, serta penanganan yang berbeda dengan TBC.
Menurut dia, keberadaan kasus TBC di suatu wilayah belum dapat dikaitkan secara langsung dengan keberadaan TPAS Karangrejo tanpa adanya investigasi epidemiologi yang komprehensif untuk mengetahui pola penularan dan faktor risikonya.
Untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat sekitar TPAS Karangrejo tetap terpantau, Pemkot Metro bersama UPTD Puskesmas Karangrejo secara rutin melaksanakan pelayanan kesehatan dan kegiatan deteksi dini.
Salah satunya melalui kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Cek Kesehatan Gratis yang dilaksanakan pada 20 Mei 2026 di rumah Ketua RT 33. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Fitri Agustina bersama jajaran Dinkes Kota Metro.
Kemudian pada 19 Juli 2026, Pemkot Metro kembali melaksanakan kegiatan cek kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar TPAS Karangrejo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan, serta perangkat wilayah setempat.
"Dari dua kegiatan tersebut, sebanyak 84 warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, vitamin, masker, serta rekomendasi rujukan apabila diperlukan," kata Fitri.
Selain pelayanan terpadu di lokasi, petugas kesehatan juga melakukan kunjungan rumah (door to door) kepada warga sekitar TPAS Karangrejo untuk memberikan edukasi kesehatan, memantau kondisi masyarakat, serta memastikan warga dengan keluhan kesehatan mendapatkan akses pelayanan di fasilitas kesehatan.
Fitri mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan resmi apabila mengalami keluhan kesehatan.
"Masyarakat diimbau segera memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai standar medis," pungkasnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)