Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Dinas Kesehatan Kabupaten Belu terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan yang berlangsung di 65 titik di seluruh Kabupaten Belu, dilakukan dengan sistem jemput bola menggunakan Portable X-ray untuk mempercepat deteksi dini TBC di masyarakat.
Pada Kamis (30/7/2026), tim kesehatan dari Dinkes dan Puskesmas Atambua Barat, melakukan pemeriksaan bagi masyarakat yang berlangsung di Puskot Lama, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Elen Corputty, mengatakan petugas kesehatan tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan, tetapi turun langsung ke wilayah-wilayah yang telah dipetakan berdasarkan risiko penularan.
Baca juga: 30 Calon Paskibraka Belu Jalani Pemusatan Latihan, Asisten I Tekankan Disiplin dan Jiwa Patriotisme
Dalam kegiatan ini, tim membawa Portable X-ray atau layanan rontgen keliling yang memungkinkan masyarakat menjalani foto toraks langsung di lokasi pemeriksaan.
Hasil foto toraks digunakan sebagai skrining awal untuk melihat dugaan TBC, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak bagi warga yang memiliki indikasi penyakit tersebut.
"Melalui alat ini, gambaran paru-paru dapat langsung terlihat sehingga proses penemuan kasus menjadi lebih cepat dan penanganan dapat segera dilakukan," kata dr. Elen.
Ia mengungkapkan, kasus TBC di Kabupaten Belu masih cukup tinggi dan tersebar di seluruh kecamatan. Hingga Januari-Juli 2026, Dinas Kesehatan telah menemukan 354 kasus TBC, sedangkan sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 700 lebih pasien TBC.
Selain tracing TBC, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden. Target nasional adalah menjangkau 40 persen penduduk setiap tahun.
"Saat ini capaian Kabupaten Belu telah mencapai sekitar 26 persen, sehingga menempatkan Belu di peringkat keenam dari 22 kabupaten/kota di NTT," bebernya. dr. Elen mengajak masyarakat yang mengalami batuk terus-menerus selama dua minggu atau lebih, terutama disertai dahak, agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau memanfaatkan layanan pemeriksaan saat kegiatan ACF berlangsung.
Ia juga menegaskan pengobatan TBC tersedia secara gratis selama enam bulan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan etika batuk untuk mencegah penularan TBC di tempat umum.
Masyarakat diimbau menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk maupun bersin, memakai masker jika sedang batuk, tidak meludah sembarangan, serta segera mencuci tangan setelah batuk atau bersin.
"Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis setidaknya satu kali dalam setahun. Dengan pemeriksaan ini, tekanan darah, gula darah, maupun risiko penyakit lainnya dapat diketahui lebih dini sehingga penanganannya lebih cepat," tutup dr. Elen. (gus)