TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Cocopeat.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Kelurahan Benuanirae, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (30/7/2026).
Diikuti masyarakat sebagai upaya memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi produk yang bernilai guna, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Pelatihan dilaksanakan oleh 16 mahasiswa KKN Tematik UHO di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr Muhamad Alim Marhadi sebagai Ketua, serta anggota DPL Laily Nurliana, Muhamad Azwar Syah, Alimulya Rende, dan Iman Ashari.
Dosen Pendamping, Muhamad Azwar Syah, mengatakan program tersebut berangkat dari potensi Kelurahan Benuanirae yang memiliki hasil kelapa cukup melimpah.
Namun, limbah sabut kelapa dari aktivitas masyarakat selama ini sebagian besar hanya menumpuk dan menjadi sampah di lingkungan.
Baca juga: Sosok Prof Sudarsono Terpilih Dekan Fakultas Teknik UHO Kendari 2026-2030, Alumni Ehime University
Padahal, sabut kelapa masih mengandung berbagai unsur hara seperti kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Selain itu, serat sabut kelapa juga dapat dimanfaatkan sebagai Cocopeat, yaitu media tanam alternatif yang memiliki daya serap air tinggi sehingga cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman.
“Melalui program ini, masyarakat Kelurahan Benuanirae kami berikan pelatihan agar memiliki keterampilan mengolah sabut kelapa menjadi POC dan Cocopeat. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” kata Azwar kepada TribunnewsSultra.com.
Adapun proses pembuatan POC diawali dengan mencacah sabut kelapa, kemudian merendamnya untuk menghilangkan kandungan tanin.
Setelah itu, bahan difermentasi menggunakan EM4 (Effective Microorganisms 4) selama 10 hingga 14 hari sebelum disaring untuk menghasilkan pupuk organik cair.
Baca juga: Profil 8 Profesor Baru UHO Kendari Sulawesi Tenggara, Ada Dosen FPIK, FISIP, Teknik, FKIP dan FHIL
Sementara pembuatan Cocopeat diawali dengan menghaluskan serat sabut kelapa hingga menjadi serbuk halus.
Serbuk tersebut kemudian direndam selama satu hingga dua hari untuk menghilangkan tanin.
Lalu, dibilas menggunakan air bersih, dan dijemur hingga kering sebelum digunakan sebagai media tanam.
Azwar berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik, khususnya sabut kelapa, menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Halu Oleo dalam mendorong ekonomi kreatif masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)