Dukungan Pahlawan Nasional untuk Romo Mangun Mengalir dari Karanganyar
Rustam Aji July 30, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR — Gelombang dukungan terhadap usulan penetapan Y.B. Mangunwijaya Pr atau Romo Mangun sebagai Pahlawan Nasional terus meluas.

Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kabupaten Karanganyar secara tegas menyuarakan bahwa rekam jejak Romo Mangun—mulai dari mantan tentara pelajar, arsitek kenamaan, hingga pejuang wong cilik—sangat mendesak dan layak mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara.

Dukungan tersebut mengemuka di tengah kegiatan sosialisasi Katekese Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Panitia Kerasulan Kemasyarakatan dan Kebangsaan (PK3) Kevikepan Surakarta di Paroki Santo Pius X Karanganyar, Selasa (28/7/2026) malam.

Sekretaris ISKA Karanganyar, Vladimir Langgeng Widodo, menegaskan bahwa kontribusi Romo Mangun terhadap Republik Indonesia tidak hanya terbatas pada pelayanan rohani, melainkan mencakup berbagai lini kehidupan berbangsa.

"Romo Mangun adalah sosok komplit. Beliau mantan pejuang Pertempuran Ambarawa dan Mranggeng, arsitek penerima penghargaan internasional atas penataan kawasan Kali Code, budayawan, serta pembela kaum tertindas," ujar Langgeng dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Rekam Jejak Monumental dan Pembela Wong Cilik

Langgeng menjelaskan, sejarah mencatat rekam jejak pria kelahiran 6 Mei 1929 tersebut sejak masa perang kemerdekaan. Keberaniannya sebagai tentara pelajar bahkan sempat mendapat apresiasi khusus dari Soeharto, yang kelak menjadi Presiden ke-2 RI.

Baca juga: Romo Mangun Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, Wali Kota Semarang Beri Dukungan. Ini Alasannya

Di bidang akademis dan arsitektur, karya literatur Romo Mangun seperti buku Wastu Citra hingga kini tetap menjadi referensi dan bacaan wajib di perguruan tinggi. Sementara di bidang sosial, keberhasilannya mengubah kawasan kumuh bantaran Kali Code Yogyakarta menjadi permukiman bersih dan humanis mendapat pengakuan luas dari pemerintah hingga lembaga internasional.

Gagasan penetapan Romo Mangun pahlawan nasional ini pertama kali diinisiasi oleh Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang melalui kajian akademis dan penelusuran literatur hingga ke luar negeri. Namun, ISKA Karanganyar mendorong agar gerakan ini menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

"Kami berharap usulan Romo Mangun sebagai pahlawan nasional tidak hanya datang dari akademisi kampus, tetapi disuarakan secara massif oleh gereja dan masyarakat luas agar gema perjuangannya makin kuat," tambah Langgeng.

Menggerakkan Iman dan Kepedulian Sosial

Inisiatif tersebut disambut positif oleh Pastor Paroki Santo Pius X Karanganyar, Romo Robertus Tri Widodo. Menurutnya, pemikiran dan karya nyata Romo Mangun menjadi bukti konkret bagaimana nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam aksi sosial bagi bangsa.

Baca juga: Kabupaten Baru Brebes Selatan Bisa Terwujud, DPRD Jateng Bentuk Pansus

"Iman tidak menjauhkan kita dari kenyataan hidup berbangsa, melainkan membuka hati untuk terlibat aktif membantu sesama," tegas Romo Tri.

Senada dengan hal itu, Perwakilan PK3 Kevikepan Surakarta, Jakub Utama, menyambut baik aspirasi dari Karanganyar tersebut. Pihaknya berjanji akan membawa usulan ini ke tingkat Kevikepan Surakarta untuk diteruskan secara resmi ke Keuskupan Agung Semarang.

"Dari keteladanan Romo Mangun, kita belajar bagaimana menjadi sosok yang seutuhnya religius sekaligus nasionalis. Gagasan ini sangat baik dan akan segera kami teruskan ke jenjang keuskupan," pungkas Jakub.(ira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.