TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi menegangkan terjadi saat komplotan terduga pelaku ganjal ATM diamankan polisi di Pamulang pada Kamis (30/7/2026).
Tiga pelaku itu beraksi di ruang mesin ATM RS Buah Hati Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Penangkapan itu sempat diwarnai aksi kejar-kejaran polisi dengan pelaku.
Bahkan saat disergap petugas, pelaku diduga hendak melawan dengan mengeluarkan senjata tajam.
Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak dua orang pelaku.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.41 WIB di ruang mesin ATM RS Buah Hati Pamulang.
Polisi yang telah mengendus keberadaan komplotan tersebut langsung melakukan penyergapan ketika para pelaku diduga sedang beraksi.
Seorang saksi mata, Rizal, mengatakan situasi sempat menegangkan lantaran salah seorang pelaku diduga hendak mengeluarkan senjata tajam saat dikepung petugas.
"Sempet mau ngeluarin sajam," ujar Rizal dikutip dari TribunTangerang.com, Kamis (30/7/2026).
Meski telah terkepung aparat kepolisian yang dibantu warga, tiga pelaku tetap berusaha melarikan diri.
Polisi berulang kali memberikan peringatan kepada para pelaku agar menyerahkan diri.
"Kata buser, "Ayo keluarin, ayo keluarin"," kata Rizal menirukan anggota Polsek Pamulang.
Ada pelaku nekat berlari keluar dari area mesin ATM menuju parkiran rumah sakit hingga mengarah ke kawasan Perumahan Villa Dago.
Aparat terus melakukan pengejaran untuk menghentikan pelarian mereka.
Sedangkan Darno (36) mengaku sedang memasang bendera di depan rumah saat mendengar suara letusan dari arah lokasi ATM.
Suasana mendadak ramai karena banyak warga keluar rumah untuk melihat kejadian tersebut.
"Sekitar jam 7 kurang saya baru pasang bendera, ada suara tembakan di situ, di dekat ATM," kata Darno.
Tak lama kemudian, Darno melihat seorang pelaku berlari ke arah permukiman warga. Pelaku itu sempat dihentikan petugas keamanan RS Buah Hati saat berusaha kabur.
"Terus ada yang lari ke sini, malingnya lari ke sini, ditendang sama security," ujarnya.
Menurut Darno, terdapat 3 orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Ia melihat para pelaku dikejar anggota kepolisian yang menyamar menggunakan pakaian menyerupai pengemudi ojek online.
"Ada tiga. Yang ngejar-ngejar anggota polisi pakai pakaian gojek," ucapnya.
Dalam proses pengejaran itu, polisi akhirnya melepaskan tembakan.
Darno mengaku mendengar dua hingga tiga kali suara letusan dan mengetahui dua pelaku terkena tembakan sebelum berhasil dilumpuhkan.
"Dua atau tiga suara tembakan. Iya, ada dua yang ditembak," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu pelaku mengalami luka tembak di bagian betis, sedangkan seorang pelaku lainnya ditembak di kedua paha.
Sementara pelaku ketiga mengalami luka di kepala dan harus mendapat jahitan.
Seluruh pelaku kemudian dibawa ke RSU Pamulang untuk menjalani perawatan medis.
Setelah situasi dinyatakan aman, warga menemukan sebilah pisau yang diduga dibawa pelaku saat beraksi.
Darno mengaku tidak melihat adanya bercak darah karena berada cukup jauh dari lokasi, namun melihat senjata tajam itu tergeletak di sekitar tempat kejadian.
"Saya dari jauh sih, enggak lihat darah. Pisau, tadi ada pisau di geletakin situ," tuturnya.
Usai diamankan, ketiga pelaku diikat menggunakan kabel tis dan dibaringkan tengkurap di trotoar depan RS Buah Hati Pamulang.
Momen tersebut direkam warga hingga videonya viral di media sosial.
Sementara itu, Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengatakan polisi masih melakukan pendalaman kasus, mendata korban yang diduga kehilangan uang akibat aksi komplotan tersebut, serta memastikan para pelaku yang terluka mendapatkan penanganan medis.
"Iya, nanti kami kasih info. Lagi dilengkapi dahulu dan pendataan terkait korban-korbannya yang pernah hilang uang. Serta pengobatan, baik pelakunya," tutup Galuh.