Pemkab Tulangbawang Hibahkan Tanah 19,171 Ha demi Sekolah Nasional Terintegrasi
soni yuntavia July 30, 2026 08:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang resmi menyerahkan hibah aset tanah daerah seluas 19,171 hektare kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

Penandatanganan BAST dilakukan oleh Bupati Tulangbawang, Qudrotul Ikhwan, bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. 

Penyerahan lahan ini diperuntukkan bagi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. 

Pembangunan ini sekaligus menjadikan Tulangbawang sebagai daerah pertama di Provinsi Lampung yang akan memiliki fasilitas SNT.

Kepala Dinas Pendidikan  Tulangbawang, M. Ami Iswandi Ismed Balaw, menyatakan  proses serah terima ini mengalihkan seluruh tata kelola aset kepada pihak kementerian.

"Dengan ditandatanganinya BAST ini, seluruh penatausahaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, dan pemeliharaan Barang Milik Daerah tersebut resmi menjadi tanggung jawab Kemendikdasmen," ujar Ami Iswandi, Kamis (30/7/2026).

Ami menjelaskan saat ini pihak pemerintah daerah fokus menyelesaikan sejumlah izin lingkungan sebelum pengerjaan fisik dimulai. 

Pihaknya menargetkan proses peletakan batu pertama dapat dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

"InsyaAllah SNT akan hadir di Tulangbawang, kita tinggal menyelesaikan dokumen AMDAL dan ANDALIN yang menjadi persyaratan tambahan. Target kita Oktober 2026 SNT mulai dibangun," kata Ami.

Ia menambahkan, Bupati Tulangbawang berharap keberadaan sekolah ini dapat mendorong pemerataan akses pendidikan berkualitas di daerah.

"Bapak Bupati memohon dukungan dan doa segenap masyarakat Tulangbawang, mudah-mudahan pemerataan akses pendidikan yang bermutu untuk kita semua bisa terwujud," tuturnya.

SNT dirancang khusus untuk menampung peserta didik berprestasi dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang, tanpa menerima siswa dari luar daerah. 

Pada tahap awal pendaftaran tahun 2027, penerimaan siswa akan diprioritaskan untuk jenjang SMP dan SMA dengan kuota masing-masing 40 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar. 

Sementara untuk jenjang sekolah dasar (SD) akan dibuka pada tahap berikutnya.

Dalam proses pembelajarannya, SNT bakal menerapkan kurikulum berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dan olahraga (Sports) yang ditunjang dengan fasilitas bertaraf internasional.

"Kami mengajak seluruh civitas pendidikan di Tulang Bawang untuk mempersiapkan fondasi pengetahuan STEAM ini guna mendukung siswa-siswi berprestasi kita agar bisa menjadi bagian dari SNT Tulang Bawang," pungkas Ami.

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq )



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.