Honorary Professor SouthWest CommonWealth Eduversity, Inggris, Prof. Agus Trihatmoko, menilai langkah cepat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa optimisme baru.
Hal itu disampaikan Prof. Agus Trihatmoko saat wawancara bersama Tribunnews Solo.
Menurut Prof. Agus, Sudaryono memiliki modal intelektual dan modal sosial yang kuat untuk memimpin BGN.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi Sudaryono adalah membuktikan kepemimpinannya melalui perbaikan tata kelola program MBG.
"Pak Dr. Sudaryono atau yang populer disebut Mas Dar itu memiliki modal intelektual yang jelas. Beliau juga memiliki modal sosial dan politik yang kuat," ujar Prof. Agus.
Prof. Agus menilai, gebrakan awal Sudaryono, seperti menonaktifkan ratusan pegawai kontrak dan mengevaluasi ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi langkah positif dalam membenahi program MBG.
"Beliau hari ini juga mulai melakukan apa yang dikatakannya, misalnya memberhentikan pegawai kontrak dan menskors ratusan SPPG. Itu suatu awal yang baik," katanya.
Meski demikian, Prof. Agus mengingatkan bahwa ketegasan saja tidak cukup.
Menurutnya, pembenahan program MBG juga harus dibarengi dengan kebijaksanaan serta upaya membersihkan konflik kepentingan yang selama ini menjadi persoalan.
"Ketegasan itu baik, tetapi harus ada kebijaksanaan. Masa transisi ini harus diatasi dengan baik dan membebaskan konflik-konflik kepentingan," jelasnya.
Prof. Agus menilai, keberhasilan program MBG ke depan sangat bergantung pada kemampuan Sudaryono dalam membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Ia juga menekankan pentingnya sistem pengawasan yang kuat agar seluruh proses penyaluran program MBG dapat berjalan sesuai aturan.
"Ketika orang nomor satu bisa melepaskan diri dari segala konflik kepentingan, maka dia akan menjadi pemimpin yang benar-benar tegas dan berorientasi pada hasil yang baik," pungkasnya.