Cuaca Surabaya Jumat 31 Juli 2026: Cerah Seharian, Suhu Tembus 33 Derajat Celsius
Putra Dewangga Candra Seta July 30, 2026 11:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Warga Kota Surabaya, Jawa Timur, diperkirakan dapat menikmati cuaca cerah sepanjang hari pada Jumat, 31 Juli 2026.

Berdasarkan prakiraan resmi BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, langit di wilayah Surabaya diprediksi tetap cerah sejak dini hari hingga malam.

Kondisi tersebut berpotensi mendukung berbagai aktivitas masyarakat, baik di luar ruangan maupun perjalanan menuju tempat kerja dan sekolah.

Meski demikian, suhu udara diperkirakan meningkat hingga mencapai 33 derajat Celsius pada siang hari sehingga masyarakat tetap perlu mewaspadai paparan panas.

Kelembapan udara juga diprakirakan berada pada kisaran 52 hingga 82 persen. 

Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 18,5 kilometer per jam. Tidak terdapat indikasi hujan dalam prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya pada hari tersebut.

Meski cuaca diprediksi bersahabat, BMKG mengingatkan bahwa kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat tetap disarankan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

Prakiraan ini menjadi acuan penting bagi masyarakat yang memiliki agenda di luar ruangan maupun sektor usaha yang bergantung pada kondisi cuaca.

Cuaca Pagi: Langit Cerah Sejak Dini Hari

CERAH - Ilustrasi foto cuaca cerah dan berawan di kawasan Jawa Tengah. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Minggu (19/7/2026). Dominan cerah.
CERAH - Ilustrasi foto cuaca cerah dan berawan di kawasan Jawa Tengah. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Minggu (19/7/2026). Dominan cerah. (Tribun Wow)

BMKG memprakirakan kondisi cerah telah berlangsung sejak pukul 00.00 WIB dan berlanjut hingga pagi hari.

Pada pukul 01.00, 02.00, 03.00, 04.00, 05.00, 06.00, hingga 07.00 WIB, langit Surabaya diprediksi tetap cerah tanpa potensi hujan.

Kondisi ini diperkirakan mendukung aktivitas masyarakat yang memulai perjalanan kerja, olahraga pagi, maupun distribusi logistik.

Suhu udara pada pagi hari masih terasa relatif sejuk dibandingkan siang nanti, berada dalam rentang prakiraan harian 25 hingga 33 derajat Celsius.

Cuaca Siang: Cerah dengan Suhu Maksimum 33 Derajat Celsius

Memasuki pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, cuaca diperkirakan masih didominasi langit cerah.

Pada periode inilah suhu udara berpotensi mencapai titik tertinggi, yakni sekitar 33 derajat Celsius.

Kelembapan udara yang berkisar antara 52 hingga 82 persen dapat membuat udara terasa lebih panas, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di area terbuka.

Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 18,5 kilometer per jam sehingga dapat membantu sirkulasi udara, meski belum tentu mampu mengurangi rasa gerah secara signifikan.

Cuaca Malam: Tetap Cerah Hingga Larut

Memasuki sore hingga malam hari, kondisi cuaca diperkirakan tidak mengalami perubahan berarti.

Pada pukul 16.00 WIB, 19.00 WIB, hingga 22.00 WIB, langit Surabaya diprediksi masih cerah.

Dengan tidak adanya prakiraan hujan, masyarakat yang memiliki agenda malam hari diperkirakan dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

Meski demikian, masyarakat tetap disarankan mengikuti pembaruan informasi dari BMKG karena prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer.

Tips Menghadapi Cuaca Cerah di Surabaya

Beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat selama cuaca cerah pada Jumat, 31 Juli 2026 antara lain:

  • Perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.
  • Gunakan topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
  • Hindari paparan matahari terlalu lama pada rentang siang hingga awal sore ketika suhu berada pada kondisi tertinggi.
  • Tetap memantau informasi terbaru dari BMKG apabila terjadi pembaruan prakiraan cuaca.

Prakiraan cuaca yang menunjukkan kondisi cerah sepanjang hari mengindikasikan atmosfer di wilayah Surabaya relatif stabil pada Jumat, 31 Juli 2026.

Kondisi seperti ini umumnya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan, hingga pekerjaan konstruksi yang bergantung pada cuaca.

Namun, di sisi lain, suhu maksimum yang mencapai 33 derajat Celsius tetap perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kelelahan akibat panas, terutama bagi pekerja lapangan dan pengguna jalan.

Oleh karena itu, meskipun peluang hujan sangat kecil berdasarkan prakiraan BMKG, kesiapan menjaga kondisi tubuh tetap menjadi hal yang penting selama beraktivitas di luar ruangan.

SEGTA 2026 Unair Dorong Energi Hijau

Universitas Airlangga (Unair) kembali memperluas kolaborasi internasional melalui program Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2026. 

Program yang diprakarsai Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) ini menggabungkan penerapan teknologi hijau, pengabdian kepada masyarakat, dan pertukaran pengetahuan lintas negara sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

Pembukaan SEGTA 2026 digelar di Plaza Airlangga Lantai 5, Kampus C Unair, Kamis (30/7/2026), dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara.

Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., mengatakan pengabdian kepada masyarakat harus mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga masyarakat global.

Menurutnya, SEGTA menjadi salah satu wujud internasionalisasi kampus karena mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Melalui program ini kami bekerja sama dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti Pakistan, Prancis, Thailand, Tiongkok, Hong Kong, dan negara lainnya. Mereka bersama mahasiswa Unair melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sehingga terjadi pertukaran pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Madyan.

Ia menambahkan, jumlah mahasiswa internasional yang mengikuti program tersebut terus meningkat setiap tahun.

Ke depan, Unair berharap kolaborasi serupa dapat melibatkan lebih banyak fakultas sehingga internasionalisasi kampus tidak hanya berpusat di FTMM.

Selain SEGTA, Unair juga telah menjalankan berbagai program internasional lain, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan International Community Development di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Australia, Taiwan, Jepang, dan Thailand.

"Universitas Airlangga ingin setiap program pengabdian memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Itulah arah yang terus kami dorong dalam seluruh kegiatan community development," kata Madyan.

Sementara itu, Dekan FTMM Unair, Prof. Dr. Ir. Retna Apsari, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan SEGTA merupakan program tahunan yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan energi berkelanjutan dan teknologi hijau.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Unair dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu lokasi pengabdian tahun ini berada di Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, tempat peserta bersama masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan terkait energi bersih, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan energi terbarukan.

"Fokus utama program ini adalah menjaga kelestarian lingkungan melalui edukasi kepada masyarakat dan pelajar mengenai energi surya, sekaligus menerapkan teknologi ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat," ujar Retna.

Retna mengatakan SEGTA kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan. 

Selama mengikuti program, mahasiswa internasional tidak hanya terlibat dalam kegiatan pengabdian, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memahami budaya lokal dan mengembangkan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Melalui kolaborasi tersebut, FTMM Unair berharap lahir inovasi yang tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang energi hijau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.