Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, GROGOL PERTAMBURAN – Warga di sekitar lokasi dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial M (52) di sebuah indekos di Jalan Makaliwe, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengaku nyaris tidak mengenal korban maupun pria yang diduga sebagai pelaku.
Keduanya disebut sebagai pasangan yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar selama tinggal di indekos tersebut.
Salah seorang warga, Amin, mengatakan dirinya hanya mengetahui wajah korban dan pria yang diduga sebagai pelaku.
Selama bertetangga, komunikasi yang terjalin hanya sebatas saling menyapa ketika berpapasan.
"Enggak begitu akrab, paling tahu mukanya saja. Kalau nama saya enggak begitu kenal," ujar Amin saat ditemui Wartakotalive.com, Kamis (30/7/2026).
Menurut Amin, sosok yang lebih sering ditemuinya justru pria yang kini diamankan polisi.
Namun, pertemuan itu hanya berlangsung singkat.
"Kalau pas saya lagi di sini, dia suka lewat sambil bilang, 'Permisi Pak'. Cuma begitu saja," katanya.
Baca juga: Tetangga Bongkar Sosok Pasangan di Kasus Pembunuhan Grogol Jakbar, Tertutup dan Jarang Bergaul
Amin mengaku tidak pernah mendengar pertengkaran ataupun keributan dari kamar yang ditempati pasangan tersebut.
Ia menuturkan aktivitas pekerjaannya membuat dirinya lebih banyak berada di luar rumah sejak pagi hingga sore hari.
"Saya kerja berangkat jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Jadi enggak begitu tahu aktivitas mereka. Pulang jam berapa juga saya enggak tahu," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diketahuinya, pasangan tersebut tinggal berdua di salah satu kamar kos yang berada di lantai dua.
"Katanya sih suami istri. Kayaknya memang suami istri," ujarnya.
Amin baru mengetahui adanya dugaan pembunuhan setelah mendapat kabar dari warga lain sepulang bekerja.
Baca juga: Wanita Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Grogol Petamburan Jakbar, Pelaku Bunuh Pacarnya usai Cekcok
"Saya pulang jam 5 langsung ke kontrakan. Terus dikabarin ada pembunuhan. Malamnya saya sempat mau lihat, tapi sudah ramai, akhirnya pulang lagi," katanya.
Keterangan serupa disampaikan Ketua RT 02 setempat, Triyono. Ia menilai korban merupakan pribadi yang tertutup dan sangat jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
Meski mengetahui korban sebagai warga pendatang yang telah menghuni indekos selama sekitar enam hingga tujuh bulan bersama pasangannya, Triyono mengaku hampir tidak pernah berbincang langsung dengan korban.
"Kalau dibilang tertutup saya enggak tahu, tapi memang tidak pernah ngobrol sama saya," katanya.
Menurut Triyono, korban hanya sesekali menyapa warga ketika berpapasan.
"Ya, jarang ngobrol. Paling sesekali saja," ujarnya.
Sebagai ketua lingkungan, Triyono mengaku selalu mendata warga baru yang tinggal di wilayahnya. Namun, pasangan tersebut belum menyerahkan dokumen kependudukan kepada pengurus RT meski telah beberapa kali diminta.
"Informasi dari istri saya, mereka belum memberikan KTP. Biasanya setiap warga baru masuk, datanya pasti ada di kami," jelasnya.
Polisi telah mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku di kawasan Jakarta Selatan. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif, kronologi, serta hubungan antara korban dan pelaku.