Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi musim kemarau 2026.
Kepala Pelaksana BPBA, Ir Bahron Bakti, mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang, lebih kering, dan disertai penurunan curah hujan. Dampak paling signifikan diperkirakan terjadi pada Juli hingga Oktober 2026.
“Fenomena El Nino harus menjadi perhatian kita bersama. Seluruh masyarakat di Aceh diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara bijaksana, serta menjaga lingkungan agar tetap terlindungi dari potensi kebakaran maupun kekeringan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan setelah bencana terjadi,” ujar Bahron Bakti, Kamis (30/7/2026).
BPBA mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun sampah, menghemat penggunaan air bersih, membersihkan lingkungan dari material yang mudah terbakar, meningkatkan kewaspadaan terhadap titik api, serta segera melaporkan kebakaran kepada aparat atau pihak berwenang.
Baca juga: Dampak El Nino di Aceh, Cuaca Makin Panas hingga Agustus, Ini Daftar Wilayah dengan Suhu Tertinggi
Selain itu, masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG.
Bahron juga meminta pemerintah kabupaten/kota, BPBD, aparat keamanan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi bencana.
“BPBA bersama BPBD kabupaten/kota terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering,” ungkapnya.
“Namun keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mematuhi imbauan pemerintah,” tambahnya.
Lebih lanjut, BPBA mengingatkan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan menjadi yang paling rentan terhadap dampak El Nino. Karena itu, masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan menerapkan langkah-langkah adaptasi untuk meminimalkan risiko kerugian.
“Melalui kesiapsiagaan yang dilakukan secara bersama, diharapkan dampak El Nino di Provinsi Aceh dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan aktivitas sosial maupun ekonomi tetap terjaga,” pungkasnya.(*)