Gempa Terkini Guncang Cianjur Malam hingga Dini Hari Setelah Sukabumi Diguncang M4,1
Dedy Herdiana July 31, 2026 08:35 AM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Wilayah Jawa Barat kembali diguncang rentetan aktivitas gempa bumi sejak Kamis (30/7/2026) malam hingga Jumat (31/7/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan terjadi berturut-turut di wilayah Sukabumi dan Cianjur.

Rangkaian gempa terkini diawali dari wilayah pesisir Sukabumi pada Kamis sore menjelang malam. Gempa dengan magnitudo terbesar dalam rentang waktu ini, yaitu M 4,1, mengguncang kawasan barat daya Sukabumi pada pukul 18.17 WIB.

BMKG mencatat koordinat gempa Sukabumi berada di 7.73 LS dan 106.33 BT, atau tepatnya 86 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 39 kilometer.

Guncangan ini dirasakan nyata oleh masyarakat di Ciracap dengan skala intensitas II-III MMI, serta di Palabuhanratu pada skala II MMI.

Tak berhenti di situ, giliran wilayah Kabupaten Cianjur yang diguncang gempa dangkal sebanyak dua kali dari Kamis malam hingga Jumat dini hari.

Gempa pertama di Cianjur terjadi pada Kamis malam pukul 20.09 WIB dengan magnitudo 1,6. Pusat gempa berada di darat, 7 kilometer tenggara Kabupaten Cianjur (6.87 LS - 107.17 BT) pada kedalaman 22 kilometer.

Aktivitas sesar aktif kembali memicu gempa susulan pada Jumat dini hari pukul 03.06 WIB.

Gempa berkekuatan M 1,9 tersebut berpusat di 6 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur (6.85 LS - 107.09 BT) dengan kedalaman 18 kilometer, yang memicu guncangan lemah di skala I-II MMI di wilayah Cianjur.

Berikut laporan lengkap BMKG Kamsi sore hingga Jumat dini hari:

  • Update Info Gempa Mag:1.9, 31-Jul-26 03:06:25 WIB, Lok:6.85 LS - 107.09 BT (6 km BaratDaya KAB-CIANJUR-JABAR), Kedlmn: 18 Km, dirasakan di Cianjur I-II MMI ::BMKG
  • Info Gempa Mag:1.6, 30-Jul-2026 20:09:27 WIB, Lok: 6.87 LS - 107.17 BT, 7 km Tenggara KAB-CIANJUR-JABAR, Kedlmn: 22 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
  • Update Info Gempa Mag:4.1, 30-Jul-26 18:17:13 WIB, Lok:7.73 LS - 106.33 BT (86 km BaratDaya KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 39 Km, dirasakan di Ciracap II-III MMI, Palabuhan Ratu II MMI::BMKG

Rentetan gempa ini menambah catatan aktivitas seismik di Jawa Barat, setelah sebelumnya pada Kamis dini hari kawasan Bandung dan Sukabumi juga sempat diguncang dua kali gempa bumi.

BMKG mengingatkan bahwa informasi gempa susulan berkecepatan tinggi ini mengutamakan penyampaian data cepat, sehingga hasil pengolahan data awal masih bisa dinamis dan menyesuaikan kelengkapan data meteorologi terbaru. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta mengandalkan kanal informasi resmi BMKG.

Sebelumnya, terjadi 2 kali gempa bumi terkini di Jawa Barat mengguncang Bandung dan Sukabumi pada Kamis (30/7/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Bandung pada pukul 02.17 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,3

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat, 21 km Barat Laut Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 10 km, merupakan gempa yang cukup dangkal.

Namun, BMKG masih memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi gempa hari ini tersebut disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.

"Info Gempa Mag:2.3, 30-Jul-2026 02:17:12 WIB, Lok: 6.74 LS - 107.35 BT, 21 km Barat Laut KAB-BANDUNG, Kedlmn: 10 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (30/7/2026) dini hari.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Sukabumi pada pukul 01.49 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,3

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut, 105 km Selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 17 km.

Namun, BMKG masih memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi gempa hari ini tersebut disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.

"Info Gempa Mag:2.3, 30-Jul-2026 01:49:39 WIB, Lok: 7.86 LS - 107.02 BT, 105 km Selatan KOTA-SUKABUMI-JABAR, Kedlmn: 17 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (30/7/2026) dini hari.

 

Skala Gempa 

Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.

1. Tetap tenang

  • Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
  • Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

  • Jika pada saat gempa sedang berada di dalam rumah atau penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan ajak orang yang ada di sekitarmu.
  • Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
  • Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

3. Di luar ruangan

  • Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
  • Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. 

4. Di kerumunan

  • JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
  • Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

5. Di gunung atau dataran tinggi

  • Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
  • Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

6. Pusat gempa di laut

  • Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
  • Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

  • Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
  • Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.