Apa Itu PM AAS, Sistem Pertanian Modern Segera Diterapkan di Bengkulu, Wagub Minta BWSS VII Bergerak
M Syah Beni July 31, 2026 09:54 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII memastikan ketersediaan air baku dan jaringan irigasi untuk mendukung penerapan Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Provinsi Bengkulu.

Permintaan tersebut disampaikan Mian saat membuka Rapat Koordinasi Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, Kamis (30/7/2026).

Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) adalah konsep pertanian yang mengintegrasikan teknologi modern, mekanisasi, digitalisasi, dan pengelolaan pertanian berbasis data untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian.

Secara sederhana, PM-AAS berarti sistem pertanian yang tidak lagi mengandalkan cara-cara tradisional, tetapi memanfaatkan teknologi di setiap tahapan budidaya.

Beberapa komponen utama PM-AAS meliputi:

  1. Mekanisasi pertanian, seperti penggunaan traktor, rice transplanter (mesin tanam padi), combine harvester (mesin panen), dan drone pertanian.
  2. Pemanfaatan teknologi digital, misalnya pemantauan lahan menggunakan sensor, citra satelit, GPS, dan aplikasi manajemen pertanian.
  3. Penggunaan sarana produksi (saprotan) secara tepat, meliputi benih unggul, pupuk, pestisida, dan alat pertanian yang sesuai kebutuhan.
  4. Pengelolaan air dan irigasi modern, agar pasokan air lebih efisien dan mendukung peningkatan hasil panen.
  5. Budidaya berbasis data, sehingga keputusan penanaman, pemupukan, hingga panen dilakukan berdasarkan kondisi lahan dan cuaca.

Rapat koordinasi diikuti kepala dinas yang membidangi sektor pertanian dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Kegiatan itu juga melibatkan penyuluh pertanian serta berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian.

Menurut Mian, rakor menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, penyuluh, dan pelaku pertanian dalam mengakselerasi penerapan sistem pertanian modern di Bengkulu.

Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang mendorong percepatan swasembada pangan nasional melalui penerapan PM-AAS di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Bengkulu.

Mian menjelaskan, konsep PM-AAS tidak hanya berfokus pada penggunaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi, mekanisasi, penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan), hingga dukungan sumber daya air.

"Intinya adalah modernisasi dan mekanisasi, mulai dari penaburan benih menggunakan alat modern yang didukung saprotan yang memadai, termasuk ketersediaan sumber daya air. Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang akan menerapkan sistem tersebut," kata Mian dalam rilis Media Center Pemprov Bengkulu, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan program PM-AAS sangat bergantung pada ketersediaan air, terutama untuk mendukung program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah) yang memerlukan jaringan irigasi memadai.

Ia menegaskan penggunaan teknologi dan alat pertanian modern tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pasokan air yang cukup.

Karena itu, Mian meminta BWSS VII mengambil peran aktif dalam memastikan kebutuhan air bagi kawasan pertanian yang menjadi sasaran program PM-AAS dapat terpenuhi.

"Air baku harus tersedia, dan BWSS VII harus berperan aktif dalam memastikan kebutuhan irigasi bagi lahan pertanian terpenuhi," tegasnya.

Mian berharap koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, instansi teknis, penyuluh, dan pelaku pertanian terus diperkuat agar implementasi PM-AAS berjalan maksimal.

Menurutnya, transformasi menuju pertanian modern tidak hanya membutuhkan mesin dan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, sarana produksi, serta infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi dan ketersediaan air.

Dengan dukungan tersebut, penerapan PM-AAS di Bengkulu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, dan mendukung target swasembada pangan nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.