Inovasi Produk Perawatan Rambut, Ahyar Angkat Potensi Kemiri Loksado HSS
Irfani Rahman July 31, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Langkah pemuda asal Hulu Sungai Selatan (HSS) ini cukup menarik dengan memanfaatkan hasil alam yang ada. Rempah seperti kemiri atau dalam masyarakat Banjar disebut Kaminting diolah menjadi minyak kemiri untuk perawatan rambut (hair care).

Biji Kemiri tersebut diambil dari wilayah pegunungan Meratus, tepatnya dari hasil kebun masyarakat di Loksado, Kecamatan Loksado sebagai bahan baku yang kemudian menjadi sebuah produk home industri “Pure Candlenut Oil by HANIESH”.

Pemilik sekaligus pembuatnya adalah, Saiful Ahyar, pemuda asal Desa Karang Bulan, Kecamatan Kalumpang, HSS. Ia mulai melirik potensi rempah biji kemiri tersebut sejak 2022 lalu melalui riset.

Sampai ada sebuah program Muhibah Budaya Jalur Rempah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Ahyar, akhirnya ikut tahapan seleksi.

Baca juga: Perwakilan Duta Pepelingasih HSS Juara Terbaik I di Tingkat Provinsi, Bikin Inovasi Potensi Kemiri 

Baca juga: Geger Kebakaran di Nagara HSS, Api Berhasil Dipadamkan dengan Cepat

“Memang sudah mengetahui sekitar 2020. Namun, saya mendaftar dan ikut terpilih di 2024 dengan produk olahan dari biji kemiri yang sudah dalam kemasan jadi (botol).

Alhamdulillah, lolos dengan batch 2 wilayah Indonesia Barat kemudian kunjungan ke empat titik yaitu Riau, Aceh, Melaka (Malaysia), terakhir Kepulauan Riau,” katanya, Kamis (30/7).

Selepas mengikuti program yang menjadi cikal bakal perkembangan produk biji kemiri dari Loksado, Ahyar yang masih berstatus mahasiswa ini terus melakukan pengembangan dan mengenalkan produk miliknya.

Bahkan lelaki 25 tahun ini dengan produk miliknya terpilih sebagai Juara Terbaik II pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) tingkat HSS dan Juara Terbaik I pemilihan Duta Pepelingasih tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Diakuinya, olahan dari biji kemiri masih belum dioptimalkan dengan baik oleh masyarakat.

“Berbanding dengan kayu manis, sudah banyak olahan yang dihasilkan. Padahal kemiri juga banyak potensi ekonomi Sirkuler baik cangkang, pohon untuk alternatif penghijauan, ” terangnya.

Produk Pure Candlenut Oil by HANIESH dijual botolan dengan harga Rp55 ribu per 60 ml.

Namun, diutarakan Ahyar pemasaran masih menggunakan media sosial, kerja sama instansi sebagai produk oleh-oleh, Bakul Nyiru milik Dekranasda HSS. Bahkan Ahyar, menggandeng Barbershop di Kandangan guna lebih mendalam mengenalkan produknya tersebut.

“Produk 100 persen murni dari bahan alam HSS. Perbulan saya bisa menghabiskan 30–40 kg biji kemiri. Proses pembuatan menggunakan mesin sehingga tekstur lebih ringan membuat konsumen lebih banyak tertarik,” bebernya.

Bermula fokus dari program nasional tersebut, akhirnya menjadi peluang bagi Saiful Ahyar dalam home industri sebagai pemasukan uang jajan dan bayar kuliah.

Tidak hanya itu, prestasi tingkat kabupaten sampai provinsi telah dipegangnya melalui produk alam biji kemiri, menambah relasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Melalui pengoptimalan komoditas kemiri Loksado Candlenut Circle ini, berdampak dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Bertambahnya peluang usaha dan pendapatan masyarakat, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga pohon kemiri dan kelestarian ekosistem Meratus.

Candlenut Circle menjadi model inovasi yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. (adiyat ihsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.