Ruben Onsu Bantah Isu Pinjol yang Diungkap Sarwendah: 'Ngapain Pinjam ke Sini Kalau Bisa ke Bank'
Kharisma Tri Saputra July 31, 2026 09:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Hubungan mantan pasangan suami istri ini kembali menjadi sorotan publik setelah muncul permasalahan baru yang melibatkan urusan finansial, mulai dari isu pinjaman online (pinjol), kedatangan debt collector (DC), hingga persoalan sertifikat rumah. 

Konflik ini semakin melebar usai keduanya saling memberikan tanggapan melalui media publik dan siniar (podcast).

Perselisihan bermula ketika Sarwendah hadir sebagai bintang tamu dalam siniar "Curhat Bang Denny Sumargo". 

Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan momen saat rumahnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, didatangi sejumlah pria yang mengaku sebagai penagih utang pada malam hari.

"Tiba-tiba ada debt collector datang ke rumah aku pada saat aku lagi live. Tagihannya bukan atas nama aku pastinya," ujar Sarwendah, dikutip Jumat (31/7/2026).

"Ada tagihan mobil, pinjol dari handphone, kartu kredit bank, semuanya kontaknya ke nomor aku," tambahnya.

Ia mengungkapkan rasa trauma dan ketakutannya atas kejadian tersebut. 

HADIRI SIDANG -- Sarwendah bersama tim kuasa hukumnya tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan guna menjalani sidang gugatan hak asuh anak, Rabu (22/7/2026).
HADIRI SIDANG -- Sarwendah bersama tim kuasa hukumnya tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan guna menjalani sidang gugatan hak asuh anak, Rabu (22/7/2026). (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah)

"Untuk itu keadaan jam 10 malaman gitu, tiga mobil yang datang. Ada KTP-nya juga (KTP Ruben). Aku trauma, aku takut. Aku di rumah perempuan, dua anak aku perempuan, tiba-tiba didatangi banyak orang," papar mantan anggota girlband Cherrybelle tersebut.

Selain membahas kedatangan debt collector, Sarwendah juga menyinggung perihal sertifikat rumah Cilandak yang sempat diagunkan ke bank untuk keperluan renovasi. 

Menurutnya, ia diminta menandatangani dokumen bank oleh Ruben Onsu tanpa mengetahui secara rinci nominal dana yang dipinjam.

"Aku tahunya semalem sebelum dia harus misalnya, tanda tangan, dia selalu kayak gitu. Jadi memang komunikasi tidak baik dari saat pernikahan," tutur Sarwendah. 

"Jadi pokoknya dia ngomong aku, lu tanda tangan, jadi kayak aku dikasih tahu malam 'besok ikut ya ke bank tanda tangan gitu'," lanjutnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa Ruben sempat menyampaikan tujuan pinjaman tersebut. 

"Dia jelaskan tapi nggak secara detail. Nggak rinci. 'Ya pokoknya ini buat bangun rumah'. Uangnya berapa aku enggak tahu gitu loh," tandasnya, sembari menegaskan bahwa kondisi rumah tangga mereka kala itu memang sudah tidak harmonis.

Menanggapi berbagai pernyataan tersebut, pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, memberikan bantahan tegas. 

Minola menilai tudingan mengenai pinjaman online tersebut tidak logis dan meminta agar pihak Sarwendah dapat membuktikannya.

"Buktikan aja kalau memang Ruben ada pinjol ya karena sudah ada tuh orang-orang yang paham mekanisme bahwa kalau pinjol ya," kata Minola kepada awak media, Kamis (30/7/2026).

Minola juga menyoroti waktu kedatangan penagih utang yang disebut terjadi pada pukul 22.00 WIB. 

Berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penagihan tidak diperbolehkan pada jam tersebut. Selain itu, ia mempertanyakan alasan Ruben Onsu harus menggunakan layanan pinjol apabila memiliki akses pembiayaan perbankan formal.

"OJK itu sudah ada aturan kan tidak boleh menagih ke rumah itu di atas jam 10. Dia harus di jam kerja, itu jam 10. Jadi perlu dipertanyakan itu ya, tapi yang pasti ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank gitu loh," bebernya.

Lebih lanjut, Minola menilai tidak masuk akal jika penagih utang mendatangi kediaman Sarwendah di Cilandak terkait kewajiban finansial Ruben. 

"Dan kalau memang misalnya dia yang pinjolnya Ruben datang ke rumahnya dia. Kan berarti pinjolnya sekarang nih, kemarin-kemarin nggak ada pinjol, enggak mungkin juga Ruben memberikan alamat rumah Cilandak," tuturnya.

Sebelum isu finansial ini mencuat, hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah telah diwarnai dinamika lain, termasuk perdebatan mengenai pertemuan dengan anak dan penghentian nafkah bulanan sebesar Rp200 juta oleh Ruben karena kesulitan menemui anak-anaknya, yang kemudian juga dibantah oleh pihak Sarwendah. 

Alih-alih mereda, rangkaian persoalan ini membuat komunikasi mantan pasangan tersebut kian berjarak dan menjadi konsumsi publik.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.