Video Mahasiswi FKM Viral, Undana Lakukan Investigasi Dugaan Pembatalan Ujian Skripsi
Gordy Donovan July 31, 2026 09:42 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Universitas Nusa Cendana (Undana) masih melakukan investigasi terkait viralnya video yang menampilkan seorang mahasiswi Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jessica Sofia Tunardjo. 

Dalam video yang beredar di media sosial, Jessica diduga mengalami tekanan psikologis setelah ujian skripsinya disebut berulang kali dibatalkan.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung FKM Undana, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Psikolog FKM Undana: Tragedi di Manggarai Timur Jadi Pengingat Pentingnya Kesehatan Mental

Bikin Kesimpulan Resmi

Prof. Philiphi mengatakan pihak universitas telah mengetahui informasi yang beredar di media sosial dan kini tengah menelusuri seluruh fakta sebelum menyampaikan kesimpulan resmi kepada publik.

"Mahasiswa atas nama Jessica Sofia memang merupakan mahasiswa aktif Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat. Terkait informasi yang viral, saat ini kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya,"ujarnya.

Menurutnya, investigasi dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat serta tidak menimbulkan kesimpangsiuran maupun kesalahpahaman.

"Kami ingin memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar informasi ini tidak bias ke mana-mana," katanya.

Ia menegaskan bahwa Undana tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan ataupun tindakan yang merugikan sivitas akademika.

"Pada prinsipnya, Undana tidak mentoleransi adanya kekerasan dalam bentuk apa pun yang terjadi di lingkungan kampus,"tegasnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim universitas untuk menyelesaikan proses investigasi secara menyeluruh.

"Kami sangat mengharapkan semua pihak bersabar. Yang pasti, kami akan memberikan informasi yang tepat dan benar mengenai kejadian ini setelah proses investigasi selesai,"ungkapnya.

Prof. Philiphi menambahkan, hasil investigasi akan menjadi dasar bagi universitas untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Ke depan, kami akan memperbaiki berbagai hal sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami memohon dukungan masyarakat agar Undana terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh video yang memperlihatkan Jessica Sofia Tunardjo menangis histeris hingga terbaring lemas. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa mahasiswi semester 10 tersebut mengalami tekanan psikologis setelah ujian skripsinya diduga dibatalkan hingga 12 kali.

Hingga kini, informasi tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Universitas Nusa Cendana sehingga belum ada kesimpulan resmi terkait kronologi maupun penyebab peristiwa tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.