BANJARMASINPOST.CO.ID- MUSIM kemarau melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan. Tahun ini, kemarau tidak hanya menghadirkan cuaca panas dan minimnya curah hujan, tetapi memicu berbagai bencana yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Satu di antaranya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel periode 14 hingga 27 Juli 2026, tercatat 261 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 654,99 hektare.
Dari data tersebut, Kota Banjarbaru menjadi salah satu daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 87 kejadian dengan luas lahan terdampak sekitar 230,27 hektare dan 46 titik hotspot. Sementara, Kabupaten Banjar mencatat 36 kejadian dengan luas lahan terdampak 121,7 hektare. Namun, jumlah titik hotspot di wilayah ini menjadi yang tertinggi, yakni mencapai 199 titik.
Wilayah lainnya yang juga mencatat kejadian karhutla antara lain Tanahlaut sebanyak 45 kejadian dengan luas terdampak 156,31 hektare, Hulu Sungai Selatan (HSS) 27 kejadian seluas 47,45 hektare, Tapin 18 kejadian seluas 32,34 hektare serta Hulu Sungai Tengah (HST) 7 kejadian dengan luas terdampak 20,5 hektare.
Kemudian Hulu Sungai Utara (HSU) mencatat 9 kejadian dengan luas 13,56 hektare, Tanahbumbu 7 kejadian seluas 8,5 hektare, Balangan 5 kejadian seluas 4,21 hektare, Kotabaru 5 kejadian seluas 4,5 hektare, Tabalong 4 kejadian seluas 4,1 hektare, dan Barito Kuala 9 kejadian dengan luas lahan terdampak 11,5 hektare.
Sedangkan Kota Banjarmasin tercatat mengalami 2 kejadian dengan luas lahan terdampak sekitar 0,05 hektare.
Selain karhutla, bencana kekeringan juga mengancam masyarakat Kalsel pada musim kemarau tahun ini. Dimana, sumur-sumur warga yang ada di wilyah Kota Banjarbaru dan sekitaranya mulai kering karena hujan sudah lama tidak turun.
Selain karhutla, fenomena tanah ambles seperti yang terjadi di Jalan Veteran Sungai Lulut, Kota Banjarmasin hingga peristiwa rumah ambruk di Kabupaten Banjar, menjadi rangkaian musibah yang menyita perhatian publik belakangan ini.
Di tengah rentetan kejadian tersebut, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah berbagai musibah ini semata-mata merupakan ujian dari Allah Subhannahu Wa Ta’ala, fenomena alam yang harus dihadapi atau justru menjadi bentuk teguran (i’tibar) agar manusia melakukan introspeksi (muhasabah) atas berbagai kelalaian terhadap lingkungan dan kehidupan.
Bagi Yudira, musibah yang terjadi selama musim kemarau memunculkan rasa khawatir, terutama terhadap ketersediaan air bersih dan keselamatan keluarga. Ia juga mengaku sedih melihat sawah dan tanaman mulai mengering akibat minimnya pasokan air.
“Yang pertama kali terlintas adalah rasa khawatir terhadap ketersediaan air bersih dan kondisi keluarga. Saya juga merasa sedih melihat sawah serta tanaman mulai mengering. Di sisi lain, saya berusaha menguatkan hati dan meyakini bahwa setiap ujian pasti memiliki hikmah dari Allah Subhannahu Wa Ta’Ala,” ujarnya.
Musibah yang terjadi juga membawa perubahan dalam kehidupan pribadi Yudira. Ia mengaku lebih sering melakukan muhasabah dan meningkatkan kualitas ibadah.
“Saya menjadi lebih rajin berdoa, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, dan berusaha memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia,” ungkapnya.
Selain memperkuat spiritualitas, berbagai ikhtiar nyata juga dilakukannya untuk menghadapi musim kemarau. Di antaranya menghemat penggunaan air. Di sisi lain, doa terus dipanjatkan agar Allah menurunkan hujan yang membawa keberkahan serta dilindungi dari berbagai kesulitan.
Secara umum, orang-orang beriman harus meningkatkan iman dan amal salehnya, meningkatkan kekhusyukan ibadah dan doanya agar Allah selalu memberi Rahmat dan kasih saying-Nya sehingga dapat terhidar dari mara bahaya berbagai musibah dan bencana.
Allah menegaskan dalam Al-Qur`an,”Barang siapa beramal saleh dan beriman, baik laki-laki maupun perempuan, Dia akan memberinya kehidupan yang baik… (QS An Nahl: 97).
Seandainya, kata Allah, penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa dengan sebenar-benarnya, maka Allah akan membukakan berkah dari bumi dan turun dari langit… (QS Al-A’raf: 96).
Barang siapa bertakwa kepada Allah, Dia akan memberi berbagai Solusi dan memberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka…. (QS Ath Thalaq: 2-3). (riz)