TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Kabupaten Dharmasraya dipastikan menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang bakal menerima kucuran dana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Kepastian ini diperoleh seusai Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyelesaikan seluruh tahapan administrasi hibah daerah yang disyaratkan oleh pemerintah pusat di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Langkah krusial tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) secara langsung oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Suharti.
Prosesi formal tersebut diselenggarakan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.
Acara penandatanganan dokumen perjanjian tersebut turut disaksikan oleh Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharnyoto serta Deputi Bidang Pendidikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ojat Darojat.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini Jumat 31 Juli, Bukittinggi hingga Solok Diguyur Hujan Ringan
Dalam kesempatan itu, Bupati Annisa didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya Bobby Perdana Riza.
Keberhasilan menuntaskan dokumen administratif ini menempatkan Dharmasraya dalam kelompok 16 kabupaten/kota pertama di Indonesia yang secara hukum dan teknis telah siap melaksanakan pembangunan.
Padahal, pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah pusat memproyeksikan pembangunan SNT mencakup 37 daerah di berbagai wilayah Tanah Air.
Pendirian Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari agenda strategis nasional di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program ini diluncurkan dan digulirkan secara resmi berdasarkan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.
Melalui inisiatif tersebut, SNT dirancang untuk menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam ekosistem pendidikan daerah.
Sekolah ini menerapkan kurikulum berstandar internasional yang berorientasi pada penguatan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Selain keunggulan di bidang sains dan teknologi, kurikulum SNT juga mengedepankan penguasaan berbagai bahasa asing utama.
Pembelajaran dirancang secara komprehensif untuk membentuk karakter siswa yang tangguh, berwawasan global, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.
Berbeda dari sekolah umum pada umumnya, SNT menyelenggarakan pendidikan secara berkelanjutan dan terpadu.
Jenjang pembelajaran di dalam kompleks SNT membentang secara berkesinambungan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Untuk merealisasikan fasilitas pendidikan termutakhir tersebut, pemerintah pusat memberikan alokasi anggaran bernilai besar.
Setiap kabupaten/kota yang terpilih mendapatkan kucuran dana investasi fisik dan sarana sebesar Rp 250 miliar yang bersumber sepenuhnya dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Meskipun pemerintah mematok target 37 lokasi pembangunan pada tahun 2026, belum semua daerah mampu merampungkan syarat verifikasi lahan dan administratif NPHD.
Hingga akhir Juli 2026, baru 16 kabupaten/kota yang dinyatakan lolos dan sah menandatangani kesepakatan hibah, sementara sisanya masih tertahan di tahapan verifikasi teknis.
Di Kabupaten Dharmasraya, kompleks SNT dipastikan bakal didirikan di kawasan Sport Center Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.
Lahan yang dialokasikan merupakan aset murni milik Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang telah bersih dan siap bangun (clear and clean).
Baca juga: Pergi ke Kebun Tak Kunjung Pulang, Nenek 102 Tahun di Agam Ditemukan Selamat Usai Terjebak di Rawa
Pemilihan Nagari Koto Padang sebagai titik pengerjaan proyek didasarkan pada pertimbangan posisi geografis yang terhitung berada di perlintasan tengah wilayah kabupaten.
Tata letak sentral ini diharapkan mempermudah mobilitas dan membuka aksesibilitas pendidikan berkualitas secara merata bagi anak-anak dari seluruh kecamatan di Dharmasraya.
Masuknya Dharmasraya dalam garda terdepan penerima program SNT tidak terlepas dari keaktifan pemerintah daerah dalam membangun jembatan komunikasi dengan kementerian terkait.
Sinergi yang intensif antara Pemkab Dharmasraya dan pemerintah pusat menjadi kunci percepatan verifikasi syarat hibah.
Kehadiran SNT nantinya diproyeksikan bakal saling melengkapi dengan fasilitas pendidikan unggulan daerah yang sudah ada sebelumnya.
Salah satunya adalah keberadaan Sekolah Rakyat di Pulau Punjung yang saat ini tengah bersiap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa angkatan pertamanya.
Baca juga: Manfaatkan Keramaian Pesta Pernikahan, Pria 58 Tahun di Tanah Datar Nekat Curi HP
Langkah sigap mengamankan investasi pendidikan bernilai ratusan miliar rupiah ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati Annisa Suci Ramadhani.
Sejak awal masa jabatannya, sektor pendidikan ditempatkan sebagai pilar utama transformasi daerah yang terangkum dalam Program Unggulan Dharmasraya Juara.
Dengan terjaminnya kepastian pembangunan SNT, Kabupaten Dharmasraya kini bersiap mematangkan tahapan pematangan lahan dan persiapan teknis pengerjaan fisik.
Fasilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi infrastruktur megah, melainkan katalis utama dalam mencetak generasi muda daerah yang siap bersaing di kancah nasional maupun global. (*)