Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat kesempatan seluas-luasnya dari panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) untuk berpartisipasi dalam expo dan bazar yang menjadi rangkaian kegiatan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Di saat bersamaan, panitia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan stan dengan harga di luar ketentuan resmi.
Expo Muktamar ke-35 NU diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan muktamar.
Selain menjadi ruang promosi produk lokal, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui meningkatnya transaksi ribuan peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
Panitia menyiapkan sekitar 1.300 stan yang akan ditempati pelaku UMKM serta berbagai kegiatan bazar. Kawasan expo dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Agustus 2026, atau sepekan sebelum pembukaan Muktamar ke-35 NU.
Baca juga: Sejumlah Ruko di Jombang Dibongkar Jelang Muktamar ke-35 NU, DPRD: Yang Penting Warga Tak Dirugikan
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan expo akan berlangsung selama 11 hari.
"Kami ingin expo ini memberi manfaat bagi pelaku UMKM. Karena itu kesempatan dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi," ujar Gus Rozaq kepada Tribunjatim.com, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kawasan expo akan tersebar di beberapa titik lahan hasil pengurukan. Sebagian area dimanfaatkan sebagai pusat bazar dan pasar malam, sementara sisanya disiapkan sebagai kantong parkir bagi pengunjung.
Panitia juga telah merampungkan tata letak kawasan expo dan dalam waktu dekat akan mengumumkan mekanisme pendaftaran beserta kontak resmi yang dapat dihubungi calon peserta.
Panitia menetapkan tarif sewa stan sebesar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta untuk masa penggunaan selama 11 hari.
Biaya tersebut telah mencakup berbagai fasilitas, mulai dari tenda, sambungan listrik, lampu penerangan, hingga sarana pendukung lainnya.
Gus Rozaq menegaskan, panitia tidak pernah menetapkan tarif sewa hingga belasan juta rupiah sebagaimana isu yang beredar di masyarakat.
"Kalau ada yang menawarkan harga Rp10 juta atau Rp12 juta, itu bukan dari panitia resmi. Semua informasi hanya melalui satu pintu," tegasnya.
Panitia mengimbau para pelaku UMKM agar berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan panitia untuk menawarkan stan dengan harga di luar ketentuan resmi.
Sebagai langkah antisipasi, setiap peserta yang mendaftar melalui jalur resmi akan memperoleh kuitansi sebagai bukti pembayaran.
Selain itu, panitia juga akan segera mengumumkan lokasi sekretariat pendaftaran serta nama penanggung jawab setelah seluruh proses administrasi rampung.
Selain menghadirkan ratusan pelaku UMKM, kawasan expo Muktamar ke-35 NU juga akan diramaikan berbagai hiburan bernuansa religi dan kebudayaan.
Salah satu agenda yang telah dipastikan adalah penampilan grup selawat pada 29 Agustus 2026.
"Sejumlah pertunjukan seni lainnya juga tengah dipersiapkan untuk menghibur pengunjung selama pelaksanaan muktamar," pungkasnya.
Panitia berharap keberadaan expo tidak hanya menjadi pelengkap rangkaian Muktamar ke-35 NU, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Jombang melalui meningkatnya aktivitas perdagangan selama ribuan peserta dan tamu berada di Kabupaten Jombang.