Viral MBG Ada Ulat di SD Lubuklinggau, Guru Sebut Sudah 3 Kali Terjadi, Ini Kata Koordinator MBG
Welly Hadinata July 31, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Temuan ulat pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 56 Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, viral di media sosial.

Beruntung, makanan tersebut belum sempat dikonsumsi siswa karena kejanggalan pada menu sayur lebih dulu diketahui dan langsung dilaporkan kepada guru.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7/2026) dan menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.

Berdasarkan penelusuran Sripoku.com, ulat ditemukan pada menu sayur berisi buncis dan jagung di dalam wadah makan (ompreng) MBG yang diterima salah seorang siswa.

Melihat ada sesuatu yang tidak biasa pada makanannya, siswa tersebut segera melapor kepada guru sebelum menyantapnya.

Pihak sekolah kemudian langsung mengganti porsi makanan tersebut dengan yang baru.

Seorang guru SDN 56 Lubuklinggau yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya temuan ulat pada menu MBG tersebut.

"Iya, kemarin memang ada. Tapi untung belum termakan dan langsung diganti dengan MBG yang lain," ujarnya kepada wartawan Sripoku.com, Jumat (31/7/2026).

Guru tersebut mengungkapkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.

Menurutnya, temuan ulat pada makanan MBG sudah terjadi sebanyak tiga kali.

"Ini sudah yang ketiga kalinya. Sebelumnya juga pernah, tetapi belum sempat difoto karena langsung diganti. Waktu itu kami juga sudah mengonfirmasi ke pihak dapur," katanya.

Sementara itu, Koordinator MBG Kota Lubuklinggau, Desi, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menjelaskan ulat yang ditemukan merupakan ulat buah dan berasal dari menu sayuran.

"Sudah kami konfirmasi ke pihak sekolah, dan makanan itu berasal dari SPPG Marga Mulya," ujarnya.

Desi mengatakan pihaknya telah mengingatkan penyedia makanan agar lebih teliti dalam proses pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan.

"Kami sudah mengingatkan pihak SPPG agar lebih berhati-hati dan benar-benar memperhatikan makanan yang disajikan. Alhamdulillah, ompreng itu belum dimakan anaknya dan langsung diganti dengan yang baru," katanya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena Program Makan Bergizi Gratis ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Pihak terkait diharapkan memperketat pengawasan kualitas makanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.