TRIBUNBENGKULU.COM - Sebelumnya viral video seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas atau Rico Waas viral di media sosial.
Dalam video tersebut, warga mengeluhkan kondisi jalan yang minim penerangan saat Rico Waas melakukan kunjungan ke kawasan Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.
Dalam rekaman yang beredar, seorang warga meminta pemerintah memasang lampu penerangan jalan karena kondisi lokasi dinilai gelap dan rawan terjadi tindak kejahatan.
"Pak, nanti izin pasang lampu ya Pak. Gelap kali soalnya, Pak. Lampu jalannya udah ini semua, Pak," ucap warga tersebut dikutip TribunBengkulu.com, Rabu (29/7/2026).
Mendengar keluhan itu, Rico Waas kemudian menanyakan lokasi yang dimaksud warga.
"Apanya? Di mana?" tanya Rico Waas.
Warga kemudian menjelaskan bahwa persoalan lampu jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat sekitar.
Ia bahkan mengaku memasang sendiri sejumlah lampu penerangan jalan menggunakan uang pribadi karena kondisi jalan yang gelap.
"Banyak kali begal, Pak. Sering terjadi. Iya kan memang kan masuk Facebook. Karena selama ini saya pasang sendiri, Pak. Empat tiang ini pakai uang pribadi," ujar warga tersebut.
Namun, saat warga masih menyampaikan keluhannya, Lurah Paya Pasir, Sherly, tiba-tiba melontarkan celetukan yang kemudian menjadi sorotan.
"Ciyee curhat dia bah," ucap Sherly.
Meski begitu, warga tersebut tetap melanjutkan penyampaian keluhannya.
"Iya lah, nggak boleh nggak diceritakan," jawab warga.
Setelah mendengarkan keluhan tersebut, Rico Waas kemudian mengakhiri percakapan dengan mengucapkan terima kasih kepada warga.
"Makasih ya Pak, makasih ya Bu," ujar Rico Waas.
Setelah video tersebut viral, kini sosok Lurah Paya Pasir bernama Sherly itu pun langsung menjadi sorotan publik, termasuk harta kekayaannya.
Syerly tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp 84.206.010.
Harta kekayaan itu dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Februari 2025 untuk periodik 2024.
Berikut ini adalah rincian harta kekayaan Syerly, Lurah Paya Pasir.
II. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 220.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 240 m2/75 m2 di KAB / KOTA KOTA MEDAN , HASIL SENDIRI Rp. 220.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 10.000.000
1. MOTOR, HONDA H1B02N41LOAT Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp.---
D. SURAT BERHARGA Rp.---
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 7.206.010
F. HARTA LAINNYA Rp.---
Sub Total Rp. 237.206.010
III.HUTANG Rp. 153.000.000
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 84.206.010
Sementara itu terkini nasib Syerly pun disorot.
Syerly mengaku telah memenuhi panggilan Inspektorat Kota Medan.
"Kami sudah dipanggil dan sudah diproses," katanya.
"Saya belum membaca rilis dari Pemko, jadi belum tahu isinya seperti apa," pungkasnya.
Sementara itu, Syerly sudah menyampaikan klarifikasi soal celetukannya yang viral dan justru meluruskan perkataan tanpa ada perkataan maaf.
Syerly mengucapkan kalimat "Cie, curhat dia bah" saat seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Syerly menegaskan ucapan tersebut sama sekali tidak bermaksud menyindir ataupun merendahkan warga bernama Ulfa yang menyampaikan keluhan soal penerangan jalan di Jalan Tapaneka.
Baca juga: Tersangka Baru Kasus Eks Jampidsus Febrie, Nurman Herin Ditahan Terkait Dugaan Pencucian Uang
Menurutnya, kalimat itu terlontar secara spontan karena dirinya sudah lama mengenal warga tersebut.
"Memang spontan saja. Saya bilang 'Cie, curhat nih'. Tidak ada makna apa-apa karena memang benar dia sedang menyampaikan curhat kepada Pak Wali. Kami sudah lama saling kenal, bahkan ada hubungan kekeluargaan dan sehari-hari juga sering bercengkerama," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika Wali Kota Medan Rico Waas meninjau proyek pengecoran Jalan Tapaneka pada 22 Juli 2026.
Saat rombongan hendak meninggalkan lokasi, Ulfa menghampiri wali kota untuk meminta penambahan lampu penerangan jalan (LPJU) karena kawasan tersebut dinilai sepi pada malam hari.
Menurut Sherly, permintaan itu bukan hal baru. Kelurahan Paya Pasir bahkan telah mengusulkan pemasangan LPJU kepada Dinas Perhubungan sejak sekitar satu tahun lalu.
"Permohonan sudah kami ajukan sejak tahun lalu. Waktu itu memang ada program pendataan titik lampu jalan. Selain itu, laporan juga kami masukkan melalui program Sapa di kecamatan," katanya.
Sherly membenarkan bahwa selama ini lampu di sekitar rumah Ulfa dipasang menggunakan dana pribadi warga tersebut.
Karena mengetahui kondisi itu, ia mengaku tidak heran ketika Ulfa menyampaikan langsung keluhannya kepada wali kota.
"Sebelum Pak Wali datang pun dia sudah cerita sama saya kalau lampu itu dipasang pakai uang pribadinya. Saya tahu kondisinya, makanya ketika dia menyampaikan ke Pak Wali, saya spontan bilang 'Cie, curhat nih'," ucapnya.