Kohati HMI Bahas Perlindungan Anak dan Perempuan, Pemkab Mamuju Tengah Siap Bersinergi
Abd Rahman July 31, 2026 01:47 PM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah memberikan perhatian serius terhadap isu perlindungan anak dan perempuan.

Hal ini disampaikan Mahyuddin, Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Mamuju Tengah saat menghadiri kegiatan Seminar Hari Anak Nasional Korps HMI - Wati (Kohati) di aula A Kantor Bupati, Jl Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (31/7/2026).

Mahyuddin berharap kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah ke depan dapat terus berjalan dengan baik.

Baca juga: Satgas El-Nino Resmi Dibentuk di Mamuju Tengah, Libatkan Pemkab dan TNI-Polri

Baca juga: Enam Gempa Guncang Sejumlah Wilayah Sulawesi, BMKG Catat Magnitudo 1,6 hingga 3,5

"Semoga kegiatan ini dengan kolaborasi dengan pemerintah daerah ke depan bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahyuddin menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang akhir-akhir ini terjadi. 

Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menegaskan bahwa praktik kekerasan terhadap anak tidak boleh terjadi di wilayahnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada di Mamuju Tengah bersama-sama memantau lingkungan masing-masing. 

Apabila menemukan indikasi atau kejadian kekerasan terhadap anak maupun perempuan di keluarga atau lingkungan sekitar, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib.

"Pemerintah daerah Kabupaten Mamuju Tengah pada setiap momen menyampaikan bahwa kekerasan anak tidak boleh terjadi," tegasnya.

Mahyuddin menekankan bahwa pelaporan ke aparat penegak hukum bertujuan agar tidak ada oknum atau individu yang melakukan tindak kekerasan tanpa mendapatkan efek jera. 

Proses hukum harus berjalan untuk menindak pelaku, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Mari kita sama-sama menyampaikan kepada pihak berwajib," ajaknya.

Sehingga, kekerasan ini betul-betul tidak ada pihak atau oknum melakukan kekerasan lagi kedepan.

Apalagi jika diberi ada efek jera atau hukum tegas.

Ia juga berharap, dengan adanya sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kabupaten Mamuju Tengah dapat menjadi wilayah yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak serta perlindungan hak-hak perempuan.(*)


Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.