Update Harga Pangan di Gorontalo Jumat 31 Juli 2026: Rica Rp 35 Ribu, Beras Yenti Rp840 Ribu Sekoli
Wawan Akuba July 31, 2026 01:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Jumat (31/7/2026) pagi masih berjalan normal.

Sejak pukul 10.45 Wita, pedagang dan pembeli tampak memenuhi lorong-lorong pasar untuk memenuhi kebutuhan harian.

Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil.

Baca juga: BJA Group Realisasikan Sertifikasi Lahan Warga Terdampak Pembangunan Jalan ke Pelabuhan Lalape

Cabai rawit atau rica dijual Rp35 ribu per kilogram, tidak jauh berbeda dibanding beberapa hari terakhir.

Sementara itu, bawang merah dipasarkan Rp40 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih dijual Rp45 ribu per kilogram.

Pedagang rica, Sugeng Priyanto, mengatakan harga cabai dan bawang masih berada pada kisaran normal.

"Kalau rica sekarang Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram. Kami biasa ambil dari pengepul," katanya.

Komoditas sayuran seperti tomat juga masih terjangkau dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Baca juga: Fajar Sadboy Prihatin Amanda Manopo Diduga Rugi Rp3 Miliar, Singgung Ulah Eks Karyawan

Untuk kebutuhan minyak goreng, kemasan botol besar dijual sekitar Rp30 ribu per botol.

Di sisi lain, harga salah satu jenis beras mengalami kenaikan.

Beras merek Yenti kini dijual Rp14 ribu per liter atau sekitar Rp840 ribu per karung.

Sebelumnya, harga beras tersebut masih berada di kisaran Rp750 ribu per karung.

Meski mengalami kenaikan, beras Yenti masih menjadi pilihan banyak pembeli karena dinilai memiliki kualitas yang baik dan menghasilkan nasi yang pulen.

Selain beras Yenti, tersedia pula beras jenis Ciherang dan Super Win yang masing-masing dijual Rp13 ribu per liter.

Pedagang beras, Hasna (45), mengatakan permintaan terhadap beras Yenti masih cukup tinggi meski harganya naik.

"Kami ambil beras dari lokal. Biasanya yang paling laris itu jenis Yenti, cuma harganya sekarang sudah Rp840 ribu per karung," ujarnya.

Menurut Hasna, sebagian besar pelanggan tetap memilih beras tersebut karena sudah terbiasa mengonsumsinya.

Sementara itu, harga telur ayam ras juga terpantau stabil. Di sejumlah kios, telur dijual mulai Rp45 ribu hingga Rp60 ribu per baki, tergantung ukuran dan kualitas.

Salah seorang pedagang telur, Haji Umpeng, mengatakan pasokan telur hingga saat ini masih lancar sehingga harga belum mengalami perubahan berarti.

Ia menjelaskan, sebagian besar stok telur berasal dari peternak lokal di Batudaa, Isimu, dan Pulubala.

"Kami masih mengambil telur dari peternak lokal di Batudaa, Isimu, dan Pulubala. Alhamdulillah pasokannya masih lancar sehingga harga juga masih stabil," ujarnya.

Hingga menjelang siang, aktivitas jual beli di Pasar Sentral Kota Gorontalo terus berlangsung.

Pembeli terlihat memburu kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, telur, dan minyak goreng.

Pedagang berharap pasokan bahan pangan tetap terjaga agar harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan dalam waktu dekat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.