TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Dampak musim kemarau dipicu fenomena El-Nino kian meluas di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri dan instansi terkait resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan El-Nino.
Pembentukan satgas ini menyusul laporan bahwa saat ini terdapat 18 desa di lima kecamatan terdampak kekeringan.
Baca juga: Enam Gempa Guncang Sejumlah Wilayah Sulawesi, BMKG Catat Magnitudo 1,6 hingga 3,5
Baca juga: Curi Mesin Perahu Nelayan, Enam Remaja di Kalukku Diamankan Polisi
Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi di Mapolres Mamuju Tengah, Jalan H. Aras Tammauni, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (31/7/2026).
Rapat dipimpin langsung Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Ari Prayitno, dan dihadiri seluruh pemangku kepentingan terkait.
AKBP Ari Prayitno, menjelaskan pembentukan satgas ini didasari adanya situasi darurat sejak musim kemarau tiba, seperti potensi kebakaran hutan dan lahan, kebakaran pemukiman serta krisis air bersih akibat kekeringan.
Tim gabungan ini terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Daerah yang meliputi BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Tagana Dinas Sosial, Baznas, serta instansi terkait lainnya.
Ari menambahkan, satgas ini dimotori oleh BPBD dan akan bersinergi secara aktif dengan seluruh stakeholder.
"Tugas Satgas tidak hanya memantau, tetapi juga melakukan tindakan preventif, edukasi, dan aksi nyata," bebernya.
"Apabila ada informasi terjadi kekeringan atau kebakaran, seluruh stakeholder akan turun secara bersama-sama," tambah Kapolres.
Berdasarkan data dihimpun dalam rapat koordinasi, berikut rincian 18 desa yang saat ini terdampak kekeringan di masing-masing kecamatan:
Kecamatan Pangale
1. Desa Pololereng
2. Desa Sartanamaju
3. Desa Polo Pangale
4. Desa Kuo
Kecamatan Budong-budong
1. Desa Salugatta
2. Desa Pontanakyyang
3. Desa Tinali
4. Desa Babana
Kecamatan Topoyo
1. Desa Kabubu
2. Desa Paraili
3. Desa Salupangkang
4. Desa Topoyo
Kecamatan Tobadak
1. Desa Tobadak
2. Desa Saluadak
3. Desa Sejati
4. Desa Palongaan
Kecamatan Karossa
1. Desa Karossa
2. Desa Kayu Calla.
Dengan dibentuknya Satgas Penanganan El-Nino ini, diharapkan koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih cepat dan terpadu.
Langkah-langkah darurat seperti pendistribusian air bersih, penyiapan logistik, serta penanganan kebakaran diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat membutuhkan di seluruh wilayah terdampak.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah