Susu kental manis (SKM) dikenal dengan cita rasanya yang manis dan tekstur yang creamy. Di balik karakteristik tersebut, SKM juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dapat berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien harian ketika dikonsumsi sesuai anjuran. Kandungan mikronutrien tersebut berasal dari susu sebagai bahan baku serta penambahan vitamin dan mineral sesuai formulasi produk.
Mikronutrien merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi memiliki peran penting dalam mendukung berbagai fungsi tubuh. Vitamin dan mineral berkontribusi terhadap pertumbuhan, metabolisme, daya tahan tubuh, hingga kesehatan tulang. Karena tubuh tidak dapat memproduksinya dalam jumlah yang cukup, kebutuhan mikronutrien perlu dipenuhi melalui konsumsi makanan dan minuman yang beragam setiap hari.
Lantas, bagaimana SKM dapat berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien harian?
Kaya Kandungan Mikronutrien
SKM memang bukan pengganti susu maupun satu satunya sumber gizi. Meski demikian, produk ini tetap mengandung berbagai mikronutrien yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh. Kandungan tersebut berasal dari susu segar sebagai bahan baku serta penambahan vitamin dan mineral sesuai formulasi masing-masing produk.
Secara umum, SKM mengandung vitamin A, vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, kalsium, fosfor, dan seng. Setiap mikronutrien memiliki fungsi yang berbeda dalam menjaga kesehatan.
Kalsium dan fosfor berperan dalam pembentukan serta menjaga kekuatan tulang dan gigi. Peran tersebut didukung oleh vitamin D yang membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Vitamin A dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
Sementara itu, vitamin B kompleks berperan dalam membantu tubuh mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi. Vitamin B12 juga berkontribusi dalam pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi saraf. Seng turut berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu proses pertumbuhan, serta mendukung penyembuhan luka.
Keberadaan berbagai vitamin dan mineral tersebut membuat SKM dapat menjadi salah satu sumber tambahan mikronutrien dalam pola makan sehari hari. Meski begitu, kebutuhan vitamin dan mineral tetap perlu dipenuhi melalui konsumsi berbagai jenis pangan bergizi agar asupan zat gizi lebih lengkap.
Kontribusi Mikronutrien SKM Harus Dibarengi Pola Makan Gizi Seimbang
Kontribusi vitamin dan mineral dari SKM perlu dipahami sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan. Pemenuhan kebutuhan mikronutrien tidak bergantung pada satu jenis pangan, melainkan berasal dari kombinasi berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.
Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh. Konsumsi makanan yang beragam dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah, serta pangan olahan yang mengandung vitamin dan mineral saling melengkapi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.
SKM dapat menjadi salah satu sumber mikronutrien ketika dikonsumsi sesuai takaran saji. Kontribusi terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk vitamin dan mineral tertentu dapat berbeda pada tiap produk. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh formulasi yang digunakan.
Karena itu, membiasakan untuk membaca Label Informasi Nilai Gizi pada kemasan menjadi langkah yang sangat penting dalam memilih produk yang paling lengkap kandungan mikronutrien dan persentase paling besar terhadap AKG.
Selain Label Informasi Nilai Gizi, daftar komposisi juga dapat memberikan gambaran mengenai bahan yang digunakan dalam suatu produk. Dengan memahami informasi pada kemasan, konsumen dapat membandingkan kandungan gizi antarproduk secara lebih cermat, termasuk memilih produk yang menawarkan kandungan mikronutrien lebih lengkap sesuai kebutuhan.
Konsumsi SKM sebaiknya tetap mengikuti takaran saji yang dianjurkan pada kemasan. Penggunaannya juga akan lebih optimal apabila dipadukan dengan sumber yang beragam, seperti aneka sayur, buah, dan bahkan minuman sesuai kebutuhan.
Pola makan bergizi seimbang tetap menjadi kunci utama dalam memenuhi kebutuhan mikronutrien harian. Dalam pola konsumsi tersebut, SKM dapat menjadi salah satu pelengkap asupan vitamin dan mineral, sehingga kebutuhan gizi diperoleh dari berbagai sumber pangan yang saling melengkapi setiap hari.





