Bupati Semarang Rotasi dan Promosi 118 Kepala Sekolah, Ini Data Rincinya
deni setiawan July 31, 2026 01:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Setelah melakukan mutasi dan promosi terhadap pejabat struktural, Pemkab Semarang melanjutkan penyegaran organisasi di lingkungan pendidikan.

118 kepala sekolah di jenjang TK, SD, dan SMP Negeri menerima surat keputusan promosi dan mutasi dari Bupati Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat (31/7/2026).

Dari jumlah tersebut, 59 guru dipromosikan menjadi kepala sekolah, sedangkan 59 kepala sekolah lainnya menjalani mutasi sebagai bagian dari pemerataan dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Baca juga: Promosi dan Mutasi 118 Pejabat Pemkab Semarang, Bupati Ngesti Pastikan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha meminta mereka untuk membantu mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan yang bermutu. Pembinaan karakter anak didik harus terus dilaksanakan.

"Jangan sampai kalah dengan pengaruh konten media sosial lewat HP," ujarnya.

Dia memastikan, seluruh promosi dan mutasi kepala sekolah dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja.

Dia juga menegaskan tidak ada pertimbangan suka maupun tidak suka dalam proses tersebut.

Sementara itu. Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman menjelaskan, 118 kepala sekolah yang menerima SK terdiri atas enam kepala TK Negeri Pembina, 101 kepala SD Negeri, dan 11 kepala SMP Negeri.

Dari jumlah tersebut, terdapat empat kepala sekolah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diangkat berdasarkan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025.

Selain itu, 11 kepala sekolah telah lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan yang dibiayai APBN.

• Tangis Sulasto Kendal Terima Bantuan Irigasi Kementan, Tak Lagi Gagal Panen Meski Kemarau

Pada tahun ini, Pemkab Semarang juga merencanakan 99 kepala sekolah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dengan pembiayaan APBD Kabupaten Semarang.

"Masih ada 25 jabatan kepala sekolah yang kosong. Kami rencanakan seluruhnya dapat terisi pada tahun ini," pungkas Taufiq.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono mengingatkan, para kepala sekolah untuk teguh menjaga integritas dan moral saat menjalankan tugas.

Menurutnya, tuntutan kinerja para kepala sekolah juga harus diimbangi dengan perilaku yang baik.

"Para kepala sekolah harus menjaga moral dan perilakunya setelah diangkat. Jangan sampai persoalan perselingkuhan maupun judi online membebani kinerjanya," katanya

Menurut Joko, peran kepala sekolah sangat vital sebagai manajer pelayanan pendidikan. Karenanya dia mendukung langkah Pemkab Semarang mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong dan mutasi guna meningkatkan mutu proses belajar mengajar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.