Puncak QJI Kalbar 2026, Tim Jejak Kapuas Siap Melangkah ke Regional Kalimantan
Nina Soraya July 31, 2026 01:42 PM

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat resmi menutup rangkaian kegiatan QRIS Jelajah "Kuliner" Indonesia atau QJI Kalimantan Barat 2026 melalui gelaran Awarding Ceremony yang berlangsung di Aula Kantor Bank Indonesia Kalimantan Barat, Jumat 31 Juli 2026.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan peserta yang telah mencurahkan kreativitas serta energinya untuk mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS di Kalimantan Barat.

Sebelumnya, sebanyak tujuh tim terbaik yaitu Temet, Aoq Gas, Jejak Kapuas, Tiga Rasa Khatulistiwa, Choipay, Kemponan, dan Sipscan yang masing-masing beranggotakan tiga orang, telah bersaing ketat selama lima hari (15–19 Juli 2026).

Mereka menjelajahi berbagai titik strategis di Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya untuk mengedukasi masyarakat serta mempromosikan kemudahan transaksi kuliner menggunakan QRIS.

Berdasarkan hasil penilaian gelar Juara Pertama berhasil diraih oleh Tim Jejak Kapuas, disusul oleh Tim Choipay di posisi Juara Kedua, dan Tim Sipscan sebagai Juara Ketiga.

• QRIS Jelajah Kuliner Kalbar 2026 Resmi Dibuka, Bank Indonesia Perkuat Digitalisasi Pembayaran

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa QRIS bukan sekadar sarana pembayaran digital, melainkan sebuah game changer bagi inklusi keuangan nasional.

"Perluasan penggunaan QRIS ini harus benar-benar terinternalisasi, baik di dalam diri kita, keluarga, maupun masyarakat Kalimantan Barat secara umum. QRIS adalah game changer untuk transaksi keuangan yang inklusif, bagi siapa saja dari berbagai lapisan ekonomi dapat menggunakannya tanpa hambatan," ujar Doni Septadijaya.

Guna menggambarkan betapa krusialnya sistem pembayaran digital bagi pergerakan ekonomi, Doni mengibaratkan uang sebagai darah dan QRIS sebagai pembuluh darahnya.

"Jika uang adalah darah, maka QRIS adalah arteri yang mempercepat peredaran dana di dalam tubuh perekonomian kita. Semakin cepat peredaran uang, semakin cepat pula roda ekonomi bergerak. Jadi, apa yang peserta lakukan melalui QJI ini bukan sekadar promosi QRIS, melainkan kontribusi nyata kreativitas anak muda dalam membangkitkan perekonomian Kalimantan Barat," tambahnya.

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa QRIS kini tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga berkembang hingga ke tingkat internasional (QRIS Cross-Border).

Berkat interoperabilitas dan inklusivitasnya, standar QRIS Indonesia kini telah diadopsi dan terintegrasi dengan berbagai negara mitra seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, hingga menyusul India dan Arab Saudi.

Menutup sambutannya, Doni optimis bahwa semangat dan karya para peserta di Kalimantan Barat mampu memberikan dampak positif berkelanjutan (multiplier effect) bagi kemajuan ekosistem digital daerah.

"Apa yang dilakukan oleh teman-teman di Kalimantan Barat ini luar biasa dan saya yakini jauh lebih baik. Kerja keras serta kolaborasi ini menjadi penggerak bersama menuju perekonomian Kalimantan Barat yang makin maju, inklusif, dan terdigitalisasi," pungkasnya.

• Makin Inovatif, Mempawah Luncurkan Sistem Pembayaran Pajak Daerah Pakai QRIS Dinamis

Penyelenggaraan QJI Kalimantan Barat 2026 tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga mencatatkan dampak signifikan baik di lapangan maupun di ruang digital. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Utama QJI 2026 Kalimantan Barat yang juga Analis Yunior Unit Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kalbar, Maulana Ryan, dalam laporan kegiatannya pada Awarding Ceremony.

Dalam penyampaiannya, Ryan mengungkapkan bahwa edukasi tatap muka dan sosialisasi langsung selama pelaksanaan misi berhasil menjangkau lebih dari 580 orang masyarakat di berbagai titik lokasi strategis.

"Secara keseluruhan, edukasi langsung melalui survei dan interaksi misi mencapai sekitar 580 orang. Rinciannya mencakup 130 orang pada misi sektor transportasi di kawasan Pasar Siantan, lebih dari 300 orang pada misi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di Pasar Flamboyan, serta 325 orang pada misi perluasan QRIS yang bersinergi bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI)," papar Ryan.

Tak hanya di lapangan, gaung kampanye digitalisasi pembayaran yang digelorakan oleh para peserta juga menorehkan angka impresif di media sosial.

Secara akumulatif, konten-konten edukasi dan eksplorasi yang diunggah oleh seluruh tim berhasil menembus lebih dari 1,46 juta penayangan (views) dengan total engagement mencapai 31 ribu interaksi (meliputi likes, komentar, repost, hingga shares).

Jadi Wakil Kalbar ke Kalimantan

Keberhasilan meraih Juara I pada ajang QJI Kalimantan Barat 2026 menjadi modal berharga bagi Tim Jejak Kapuas untuk melangkah ke tingkat regional  Kalmantan.

Tim yang beranggotakan Raffi Aufa Merajaki, Febrian Rasya Aurel dan Zahra Shexi Fadhilah saat ini tercatat sebagai mahasiswa, mereka siap mengemban misi besar untuk meluaskan pemahaman digitalisasi pembayaran di masyarakat.

Perwakilan Tim Jejak Kapuas, Febrian Rasya Aurel, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pencapaian tersebut. Ia merasa bangga dapat terpilih dari ribuan pendaftar dan bersaing dengan tim-tim terbaik di Kalbar.

"Pastinya bersyukur banget bisa menang dan mewakili yang terbaik dari yang terbaik. Kami rasa semua peserta sebenarnya layak karena kita semua adalah orang-orang terpilih di antara ribuan pendaftar," ujar Febrian.

"Harapan terbesar kami, semoga kami bisa membawa nama Kalimantan Barat untuk menjuarai tingkat wilayah hingga ke tingkat nasional. Kami mohon dukungan dari seluruh instansi, Bank Indonesia, dan masyarakat Kalbar."

Dalam perjalanan lima hari menyelesaikan berbagai misi eksplorasi, Tim Jejak Kapuas mengusung konsep konten kreatif bertema "Tersesat di Dunia Misi".

Melalui konsep tersebut, mereka tidak hanya menyelesaikan tantangan lomba, tetapi juga meluruskan berbagai kesalahpahaman terkait QRIS yang masih ditemui di lapangan.

Febrian menceritakan salah satu pengalamannya saat berinteraksi langsung dengan warga yang mengira QRIS adalah nama sebuah bank.

"Kemarin sempat berdiskusi dengan warga yang mengira QRIS itu nama bank. Kami jelaskan bahwa tidak ada 'Bank QRIS', melainkan sebuah sistem yang terintegrasi dengan seluruh lembaga perbankan maupun dompet digital seperti OVO dan GoPay. Selain itu, kami juga perlahan mengedukasi masyarakat terkait pelafalan yang benar, yaitu 'Kris', bukan 'Kyuris'," ungkapnya.

Lebih dari sekadar memenangkan kompetisi, tim yang ketiga anggotanya aktif di Forum Anak ini berharap campaign yang mereka jalankan dapat memberikan dampak nyata bagi ekosistem UMKM lokal.

"Kami ingin digitalisasi ini makin meluas di Kalimantan Barat. Kemarin kami melihat langsung bagaimana pengemudi sampan hingga pelaku UMKM sudah mulai memanfaatkan QRIS.

Semoga ini menjadi percontohan, sehingga ke depannya seluruh UMKM di Kalimantan Barat benar-benar terintegrasi dengan pembayaran digital," pungkas Febrian.

- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.